Home
news
UWM Perkuat Kerja Sama Internasional dengan Parallaxnet, Mazhar Durrani Bagikan Strategi Membangun Start-Up kepada Mahasiswa

UWM Perkuat Kerja Sama Internasional dengan Parallaxnet, Mazhar Durrani Bagikan Strategi Membangun Start-Up kepada Mahasiswa

news Senin, 2026-06-22 - 00:41:50 WIB

Universitas Widya Mataram (UWM) Yogyakarta menyelenggarakan International Guest Lecture bertajuk “How to Build a Start-Up Business” dengan menghadirkan CEO Parallaxnet, Mazhar Durrani, sebagai pembicara Utama pada Kamis (18/6). Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Lantai 3 Gedung Piwulangan Kampus Terpadu UWM ini diikuti oleh sivitas akademika dan mahasiswa yang antusias mempelajari strategi membangun bisnis rintisan di era digital.

Kegiatan ini diawali dengan penandatanganan Nota Kesepahaman antara UWM dengan Parallaxnet. Kerja sama tersebut diharapkan membuka peluang kolaborasi dalam bidang pendidikan, pengembangan teknologi, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, serta pelaksanaan berbagai program akademik dan kewirausahaan yang memberikan manfaat nyata bagi kedua institusi. Penandatanganan MoU ini menegaskan komitmen bersama untuk membangun kemitraan yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi diwujudkan melalui implementasi program-program konkret di masa mendatang.

Dalam sambutan pembuka, Rektor UWM, Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec., menyampaikan apresiasi atas kunjungan Mazhar Durrani dan optimisme terhadap kolaborasi yang telah dibangun. Ia menegaskan bahwa kerja sama internasional harus menghasilkan dampak yang nyata.

“Kemitraan tidak boleh berhenti pada penandatanganan dokumen atau kegiatan seremonial semata. Yang lebih penting adalah implementasi melalui program-program nyata yang memberikan manfaat bagi kedua belah pihak serta mendukung pengembangan kewirausahaan dan inovasi di lingkungan akademik," ujar Prof. Edy. Pernyataan tersebut sejalan dengan isi sambutannya yang menekankan pentingnya mewujudkan kolaborasi melalui aksi konkret dan inisiatif yang bermakna. 

Prof. Edy juga menilai tema “How to Build a Start-Up Business” sangat relevan dengan kondisi Indonesia saat ini. Menurutnya, bangsa ini membutuhkan lebih banyak inovator dan pelaku usaha muda yang mampu menciptakan lapangan kerja, menghasilkan produk yang kompetitif, serta memperkuat kemandirian ekonomi nasional. Oleh karena itu, ia mendorong mahasiswa untuk memanfaatkan kesempatan belajar dari praktisi internasional sebagai bekal menghadapi tantangan global. 

Pada sesi presentasi, Mazhar Durrani memaparkan tahapan membangun perusahaan rintisan, mulai dari menemukan ide bisnis yang potensial, melakukan riset pasar, menyusun rencana bisnis, membangun tim yang kuat, mengembangkan Minimum Viable Product, hingga menyusun strategi pemasaran dan ekspansi usaha. Ia menekankan bahwa keberhasilan sebuah start-up tidak hanya ditentukan oleh ide yang baik, tetapi juga oleh kemampuan beradaptasi dan konsistensi dalam menghadapi tantangan. 

“Membangun start-up membutuhkan waktu, kerja keras, dan ketekunan. Tetaplah gigih, mampu beradaptasi terhadap perubahan, dan jadikan setiap kegagalan sebagai pelajaran untuk terus berkembang,” ujarnya. Pesan tersebut mencerminkan salah satu poin utama dalam presentasinya yang mengajak calon wirausahawan untuk tetap persisten dan adaptif dalam menjalankan bisnis. 

Mazhar juga memperkenalkan visi Parallaxnet dalam mengembangkan pendidikan berbasis teknologi melalui pembelajaran praktis, kurikulum terintegrasi antara teknologi dan bisnis, serta program yang bertujuan menghasilkan lulusan siap menghadapi transformasi digital global. Berbagai pelatihan di bidang cloud computing, keamanan siber, pemrograman, kecerdasan buatan, hingga data science menjadi bagian dari upaya tersebut. 

Melalui penyelenggaraan kuliah umum internasional sekaligus penandatanganan MoU ini, UWM memperkuat komitmennya dalam memperluas jejaring internasional dan menghadirkan pengalaman belajar yang aplikatif bagi mahasiswa. Sinergi antara dunia akademik dan industri global diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang inovatif, berdaya saing tinggi, dan siap menjadi penggerak ekonomi berbasis kewirausahaan di masa depan.


Share Berita