Dalam rangka pelaksanaan program Kosabangsa tahun 2025, tim pelaksana dari Universitas Widya Mataram (UWM) Yogyakarta yaitu Eman Darmawan, S.TP., M.P., Iva Mindhayani, S.T., M.T., dan Nurina Vidya Ayuningtyas, S.T., M.Sc. bersama tim pendamping dari Universitas AKPRIND Indonesia yaitu Dr. Suwanto Raharjo, S,Si., M.Kom., Ir Ganjar Andaka, Ph.D., dan Prof. Dr. Ir. Sri Mulyaningsih, M.T., IPM melaksanakan kegiatan site visit ke lokasi mitra program di Kalurahan Karangwuni, Kapanewon Rongkop, Kabupaten Gunungkidul, DIY, pada Senin (28/7).
Kosabangsa merupakan program yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi yang bertujuan untuk mendorong kolaborasi antar perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam membangun bangsa. Program ini berfokus pada pemberdayaan masyarakat di wilayah tertinggal, daerah kemiskinan ekstrem, dan kawasan rawan bencana melalui penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dihasilkan oleh perguruan tinggi.
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian pelaksanaan Kosabangsa yang bertujuan menjembatani perguruan tinggi dengan masyarakat melalui kolaborasi antara Perguruan Tinggi Pengusul dan Perguruan Tinggi Pendamping. Dalam kunjungan lapangan tersebut, tim UWM dan Universitas AKPRIND Indonesia bertemu langsung dengan pihak Kalurahan, Gabungan Kelompok Tani dan pelaku UMKM setempat.
Ketua tim pelaksana dari UWM, Eman Darmawan, S.TP., M.P., yang juga sebagai Dosen Program Studi Teknologi Pangan sekaligus Dekan Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UWM, menyampaikan bahwa program ini fokus pada pemberdayaan masyarakat melalui pemberian alat Teknologi Tepat Guna dan Pelatihan UMKM. Sementara itu anggota tim lainnya adalah Iva Mindhayani, S.T., M.T., selaku Dosen Program Studi Teknik Industri dan Wakil Dekan II FST, dan Nurina Vidya Ayuningtyas, S.T., M.Sc., selaku Dosen Program Studi Arsitektur.
Sementara itu, perwakilan tim pendamping dari Universitas AKPRIND Indonesia, Dr. Suwanto Raharjo, S,Si., M.Kom, menegaskan pentingnya sinergi antarperguruan tinggi dalam menjawab persoalan nyata di tengah masyarakat. "Kami hadir sebagai pendamping untuk memastikan bahwa aspek teknis dan keberlanjutan program didukung penuh dari sisi akademik dan teknologi. Kegiatan site visit ini penting untuk memetakan kebutuhan mitra sekaligus memastikan bahwa program intervensi yang akan dilakukan benar-benar tepat sasaran dan memberikan dampak berkelanjutan" ungkapnya.
Dalam kunjungan tersebut, dilakukan pula observasi awal terhadap kondisi lingkungan mitra serta diskusi terbuka mengenai bentuk program yang akan dijalankan dalam beberapa bulan ke depan.
Melalui program Kosabangsa, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi mendorong terwujudnya pengabdian masyarakat yang berbasis kolaborasi lintas perguruan tinggi guna menjawab tantangan nyata dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara inklusif.