Sikap bijaksana dalam pemanfaatan media sosial dapat menghadirkan rasa damai, rasa aman dan keselamatan di tengah-tengah masyarakat. Maraknya hoax menuntut masyarakat sebaiknya menyelidiki benar informasi sebelum dibagikan. Hal itu disampaikan Dr. Oktiva Anggraini SIP., M.Si Dosen FISIPOL UWM dalam kegiatan abdimas di Masjid Nurul Huda Pandeyan, Umbulharjo belum lama ini.
Menurut Dr Oktiva jika informasi tidak benar, memuat fitnah hingga anjuran kekerasan maka informasi itu tak perlu disebarkan. Lebih lanjut Dr Oktiva menjelaskan kegiatan abdimas literasi media bagi masyarakat menjelang pemilu dilatarbelakangi mudahnya masyarakat dijadikan santapan bernutrisi bagi oknum untuk menyebarkan hoax dan banyaknya hoax menjelang pemilu yang membahayakan persatuan dan kesatuan bangsa. Kegiatan diawali dengan memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang fenomena hoax di era millenial, membuka pikiran bahayanya hoax, serta memberikan pengetahuan literasi digital kepada masyarakat.
“Hoax tidak selalu terkait politik, bahkan berita-berita kesehatan maupun informasi lain yang bersifat menyesatkan. Namun karena menjelang pelaksanaan pemilu dan sesudahnya maka kegiatan abdimas dikonsentrasikan pada pendampingan bermedsos terkait pemilu”, tandasnya.
Dalam kegiatan yang berlangsung tiga kali selama bulan Maret dan April, kelompok sasaran yakni para penggerak PKK di kelurahan Pandeyan menyadari bahwa media sosial memainkan peran lebih besar. Selain sebagai sumber informasi, sebagai ruang berkomunikasi dengan lingkaran internal yang sifatnya intim, sekaligus sebagai ruang diskusi yang sifatnya publik.
Disamping itu, Dr Oktiva menegaskan, durasi rata-rata masyarakat Indonesia menggunakan media sosial selama 3 jam 26 menit, dari total 8 jam 36 menit terhubung ke internet. Dengan demikian, informasi yang dikonsumsi di dunia maya akan mempengaruhi persepsi dan perilaku di dunia nyata. Data Kementerian Komunikasi dan Informatika menyebutkan ada sebanyak 800 ribu situs di Indonesia yang terindikasi sebagai penyebar hoax dan ujaran kebencian. Digiatkannya gerakan literasi digital menjadi penting sebagai upaya menyadarkan masyarakat tentang peningkatan penguasaan teknologi digital dan alat komunikasi untuk mengakses, menerima, menganalisis dan mengevaluasi informasi dengan efektif. Dengan Gerakan Literasi Digital ini, masyarakat dilatih untuk mengoptimalkan kebaikan bermedsos, mengakses informasi yang positif serta mengajak masyarakat bersikap kritis dalam menerima informasi.
©HumasWidyaMataram