Home
news
AI Memberikan Dimensi Baru Penyusunan Karya Ilmiah

AI Memberikan Dimensi Baru Penyusunan Karya Ilmiah

news Rabu, 2025-03-05 - 13:39:17 WIB

Kecerdasan buatan atau yang dikenal Artificial IntellIgence (AI) telah mengubah cara manusia bekerja dan belajar, termasuk dalam dunia akademik. AI membuka banyak peluang untuk analisis data yang lebih cepat, simulasi yang lebih akurat, dan otomatisasi proses penelitian yang sebelumnya membutuhkan banyak waktu dan tenaga. Di dunia penelitian, AI tidak hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga memberikan dimensi baru dalam penyusunan karya ilmiah, seperti mengidentifikasi pola dan hubungan yang sulit terlihat oleh manusia. Demikian disampaikan oleh Dr. Oktiva Anggraini S.I,P, S.Pd., M.Si., dosen Program Studi Administrasi Publik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) Universitas Widya Mataram (UWM) Yogyakarta dalam Pelatihan Penyusunan Karya Ilmiah Berbasis AI (Artificial Intelligence) di  Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UWM pada Kamis (27/2). Dengan bantuan AI, penelitian dapat lebih cepat menghasilkan temuan yang relevan dengan masalah global saat ini, serta memungkinkan penemuan baru yang lebih mendalam.

Lebih lanjut dikatakan Oktiva, muncul kekhawatiran terkait etika dan integritas penelitian seiring dengan kehebatan AI. Salah satunya adalah masalah penggunaan data besar yang dapat melanggar privasi, serta tantangan untuk memastikan objektivitas dan keakuratan temuan berasal dari AI. Oleh karena itu, kolaborasi antar peneliti dari berbagai disiplin ilmu sangat penting untuk mengembangkan dan menerapkan AI secara etis dalam penelitian. Pemahaman etika memegang peran penting dalam penggunaan AI. “Tidak perlu alergi dengan AI namun digunakan secara bijak,” tegas Oktiva. Khususnya untuk penulisan skripsi, AI dapat menyumbang inspirasi, tapi mahasiswa hendaknya rajin kroscek dengan sumber-sumber yang lebih valid seperti jurnal bereputasi terkini. 

Kegiatan pelatihan yang diikuti mahasiswa tersebut merupakan bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang ditawarkan sebagai solusi minimnya pemahaman mahasiswa dan peneliti terhadap penyusunan karya ilmiah berbasis AI (Artificial Intelligence). Untuk menghasilkan karya ilmiah yang baik, mahasiswa perlu menguasai empat keterampilan utama: pengetahuan akademik, keterampilan berpikir, keterampilan manajemen, dan keterampilan komunikasi. Kurangnya penguasaan salah satu keterampilan ini dapat mempengaruhi kualitas karya ilmiah yang dihasilkan. Oleh karena itu, pelatihan penulisan karya ilmiah berbasis AI menjadi solusi yang tepat. Mitra sasaran adalah mahasiswa Fisipol UWM.

Dengan metode project based learning selama 4 bulan, PKM memberikan edukasi tentang manfaat reference manager; memberikan pelatihan secara teknis tentang tata cara penggunaan AI dan etikanya. Dilanjutkan dengan pendampingan dan evaluasi di akhir program yang melibatkan mitra sasaran. Tampil sebagai pendamping PKM adalah Nugroho Dwisatria Semesta dan Tri Santoso A.Md dari UWM.


Share Berita