Home
news
Ubah Ampas Kelapa Jadi Cake Premium, Kolaborasi UMY, UWMY, UMM dan Usim di Malaysia

Ubah Ampas Kelapa Jadi Cake Premium, Kolaborasi UMY, UWMY, UMM dan Usim di Malaysia

news Rabu, 2024-05-22 - 08:36:11 WIB

Tiga kampus di Indonesia mengadakan Program Pengabdian Internasional (International Community Service) ke Malaysia. Dalam penelitiannya, mereka merubah ampas kelapa menjadi bahan cake kelas premium.
Program International Community Service ini hasil kolaborasi antara Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dengan Universitas Widya Mataram (UWM Yogyakarta), Universitas Muhammadiyah Makassar dan Universitas Sains Islam Malaysia (Usim).
Kegiatan itu dilaksanakan pada 8-12 Mei 2024 di Malaysia. Tema yang diangkat 'Enhancing the Economic Value of Coconut Milk Factory Waste in Malaysia'. Dosen Agribisnis UMY Aris Slamet Widodo menjelaskan pengabdian internasional tidak hanya memberikan manfaat langsung bagi institusi dan individu, tetapi juga berkontribusi pada pembangunan global yang berkelanjutan. "Hal ini membuka peluang untuk penelitian bersama, pertukaran mahasiswa dan staf, serta berbagai proyek kolaboratif lain," kata Aris Slamet Widodo pada Jumat (17/5).
Program pengabdian internasional dapat meningkatkan reputasi kampus di tingkat global. Kampus yang aktif dalam pengabdian internasional sering kali dianggap lebih berkualitas dan berkomitmen terhadap nilai-nilai kemanusiaan dan globalisasi.
Sementara itu, Dosen UM Makassar Syamsia mengatakan, ampas kelapa yang sebelumnya dianggap limbah dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomis dan bermanfaat bagi lingkungan serta masyarakat. "Inisiatif ini tidak hanya membantu dalam pengelolaan limbah tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi komunitas penghasil kelapa di Malaysia," kata Syamsia.
Ampas kelapa sering diolah kembali menjadi produk makanan seperti tepung kelapa, yang dapat digunakan dalam pembuatan kue, roti, dan makanan lainnya. Tepung kelapa adalah alternatif gluten-free yang kaya serat dan nutrisi.
Dosen Sosiologi Universitas Widya Mataram Puji Qomariyah menyebut, pedagang di pasar Basah Bukit Sentosa Malaysia, mampu memproduksi santan per hari 100 butir. Perkiraan dari 100 butir kelapa diperoleh ampas 19.50 kg. Asumsinya 5-7 butir kelapa menghasilkan ampas 1kilogram, sehingga diasumsikan satu butir kelapa menghasilkan ampas kelapa 195 gram.“Tim berhasil membuat brownis berbahan tepung ampas kelapa yang kaya serat dan nutrisi serta sehat karena gluten free. Dan produk ini bisa jadi alternatif ditengah persaingan rezim gandum," kata Puji. (gun/pra)


Share Berita