Keterbukaan informasi publik mendapatkan tantangan di masa pandemi ini. Interaksi yang terbatas menyebabkan penyebaran informasi yang dilakukan secara manual tidak efektif lagi. Maka dari itu, diperlukan langkah lain yakni dengan penggunaan media sosial secara lebih masif lagi. Demikian dikatakan Dosen Prodi Administrasi Publik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Widya Mataram (UWM), SL. Harjanta dalam acara Sosialisasi Keterbukaan Informasi Publik (KIP) secara virtual.
Harjanta menuturkan, badan publik tetap bisa menjaga transparansi maupun akuntabilitas di tengah pandemi ini dengan mengefektifkan penggunaan media sosial. Kendati begitu, KIP di masa pandemi dengan bertumpu pada media sosial juga dipengaruhi beberapa faktor. Faktor pertama adalah kemampuan aparatur maupun masyarakat menggunakan teknologi, karena memang belum semua aparatur maupun masyarakat melek teknologi. Kedua, faktor infrastruktur, seperti jaringan internet.
"Namun faktor yang penting adalah budaya. Apakah badan publik benar-benar ingin terbuka. Selama budayanya masih tertutup, maka penyebaran informasi publik dengan menggunakan media sosial di masa pandemi ini tidak akan efektif juga," paparnya.
Pada situasi normal, Harjanta melanjutkan, KIP terkendala oleh budaya dan paradigma yang berkembang di kalangan aparatur. Sebagian aparatur masih menganggap negara adalah pemilik informasi. Sedangkan masyarakat tidak berhak mendapatkan dokumen/informasi publik.
Sementara itu, Kepala Dukuh Garon, Rosada mengaku pelaksanaan KIP di Panggungharjo sudah berjalan baik. Bentuk yang dilakukan yakni dengan publikasi anggaran maupun kebijakan yang bisa diakses langsung pada publik. ”Namun tantangan di masa pandemi ini memang publikasi dalam bentuk fisik kurang efektif karena aktivitas masyarakat dibatasi,” ucapnya.
Ketua Karang Taruna, Wisnu Arif Wibowo menambahkan, sudah ada upaya menggunakan media sosial sebagai langkah menjamin keterbukaan informasi publik di masa pandemi ini. ”Tetapi memang tidak semua warga melek teknologi. Ini juga menjadi tantangan,” ungkap Wisnu.
Isu KIP menjadi tema yang diangkat dalam acara ini menjadi bagian dari pengabdian masyarakat. Dalam pelaksanaannya dihadiri perangkat dan anggota Karang Taruna Kalurahan Panggungharjo, Kapanewon Sewon, Kabupaten Bantul.
©HumasWidyaMataram