Bagi warga civitas akademik Universitas Widya Mataram, sosok Marsyanda atau yang akrab dipanggil Salsya ini tidak asing lagi. Hampir setiap perhelatan agung, wisuda, gebyar bidaya maupun acara formal lainnya, Salsya tampil luwes dengan tarian Jawa klasik. Satu jenis tari tradisional yang belum tentu generasi Z mau belajar yah. Susah emangnya? Terus kuliahnya gimana? Oh ya dia saat ini duduk di semester 4 prodi Administrasi Publik FISIPOL, namun aktifitasnya membanggakan. Selain sebagai penari, guru tari, Salsya aktif menulis dan mengikuti lomba karya ilmiah. Kenal lebih dekat yook..tentang kiatnya memanaje semua kesibukannya.
Salsya suka menari sejak usia 3 tahun, sebelum masuk taman kanak-kanak. Orang tuanya, khususnya sang ibu sudah melihat bakat terpendam dari si jelita ini. Diajaknya Salsya kecil ke Sanggar Pradnya Widya yang ada di lingkungan FBS UNY. Beberapa gerakan basic tari, hingga pada bangku Sekolah Dasar kelas 3. Setelahnya, ia mempelajari 6 materi tari kreasi dengan sempurna. Lulus Sekolah Dasar, hingga pada saat masuk pertama Madrasah Tsanawiyah lembaran menari dimulai dengan seringnya Salsya diminta pentas. Tak mau tanggung-tanggung, keseriusan belajar menari diteruskan di Sanggar Pradnya Widya dan memilih kelas Klasik gaya Yogyakarta. Kenapa? Perjalanan para seniman tari hebat dan kondang, rata-rata diawali dengan menekuni tari klasik. Hal tersebut menjadi motivasinya untuk belajar tari klasik gaya Yogyakarta. Apalagi banyak bule-bule juga tertarik belajar tari tradisioal, masak kita sendiri yang notabene warga Yogya malas belajar.
Di saat kelas XI Salsya mendapatkan beasiswa dari Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta sebagai siswa berbakat. Sebagian uang beasiswa digunakannya untuk kursus kecantikan karena seorang penari dituntut untuk bisa berhias sendiri. Sebagian lagi dari beasiswanya untuk menekuni tari klasik di sanggar Yayasan Siswa Among Beksa.
Kesempatan tidak akan datang dua kali, kalimat tersebut yang menjadi motto hidupnya. Tidak sia-sia, setiap ada kesempatan bagus, direngkuhnya termasuk ketika ada tawaran beasiswa KIP-K. Prodi Administrasi Publik FISIPOL Universitas Widya Mataram menjadi pilihannya. Ada kebanggaan tersendiri di kampus yang didirikan oleh oleh Sri Sultan Hamengkubuwono IX penguasa Keraton Yogyakarta, yang pada masanya bergiat dalam melestarikan kebudayaan Jawa. “Ketika kuliah, bakatku tidak berhenti. Salut banget, kampus mengapresiasi mahasiswa dengan talenta istimewa”, tambah Salsya menutup obrolan dengannya. Prestasi yang didapatkan dalam satu tahun terakhir yaitu sebagai Duta Genre Kelurahan, Instruktur tari “Kampung Menari” Kota Yogyakarta, guru eksul tari di SD Kotagede 4 Yogyakarta selama 4 bulan mulai November 2023 – Februari 2024.