Home
news
Khutbah Jumat di Widya Nusantara UWM: Meneladani Sejarah Kehidupan Rasulullah SAW sebagai Suri Teladan

Khutbah Jumat di Widya Nusantara UWM: Meneladani Sejarah Kehidupan Rasulullah SAW sebagai Suri Teladan

news Senin, 2025-09-15 - 22:10:48 WIB

Religious Center Widya Nusantara Kampus Terpadu Universitas Widya Mataram (UWM) Yogyakarta menggelar ibadah Salat Jumat (12/9). Imam sekaligus Khatib pada kesempatan ini adalah Bagus Anwar Hidayatullah, S.H., M.H., M.Sc., Dosen sekaligus Wakil Dekan I Fakultas Hukum yang menyampaikan khutbah dengan tema “Meneladani Sejarah Kehidupan Rasulullah SAW.”

Dalam khutbahnya, khatib mengajak jamaah untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT serta menjadikan Rasulullah Muhammad SAW sebagai teladan utama dalam menjalani kehidupan. “Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagi siapa yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat serta yang banyak mengingat Allah,” tuturnya mengutip QS. Al-Ahzab ayat 21.

Bagus memaparkan perjalanan hidup Nabi Muhammad SAW sejak masa kecil, remaja, hingga masa kenabian; menekankan bahwa meskipun Rasulullah tumbuh sebagai yatim piatu, kasih sayang yang diterimanya menjadikan beliau pribadi yang sabar, tegar, dan penuh keteladanan. “Pendidikan sejak dini adalah kunci pembentukan karakter mulia, sebagaimana ditunjukkan dalam kehidupan Rasulullah,” jelasnya.

Dalam khutbah tersebut juga dijelaskan bagaimana Rasulullah menjalani kehidupan rumah tangga, baik dalam masa monogami bersama Khadijah RA maupun masa poligami setelah wafatnya sang istri. Khatib menekankan bahwa poligami Nabi sarat hikmah, antara lain dalam rangka syiar dakwah, mengangkat derajat para janda sahabat, serta memperkuat persaudaraan umat.

Selain itu, Bagus juga menyinggung tradisi Sekaten di Yogyakarta sebagai salah satu bentuk implementasi kecintaan umat terhadap Rasulullah. Tradisi ini tidak hanya bernilai religius, tetapi juga mengandung makna sosial dan kultural yang memperkuat persaudaraan serta pelestarian budaya Islam-Jawa.

Sebagai penutup, Bagus mengingatkan jamaah agar selalu meneladani Rasulullah dalam ketabahan, kesabaran, kesetiaan, dan perjuangan hidup. “Meneladani Nabi bukan sekadar mengenang sejarah, tetapi juga mengaplikasikan nilai-nilai akhlak beliau dalam kehidupan sehari-hari,” tegasnya.

Khutbah ditutup dengan doa agar umat Islam senantiasa diberi kekuatan untuk meneladani Rasulullah SAW serta memperoleh syafaat beliau di hari kiamat kelak.


Share Berita