Rektor Universitas Widya Mataram (UWM) Yogyakarta menerima kunjungan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Selasa (5/8) di Kampus Terpadu UWM, Banyuraden, Gamping, Sleman. Kunjungan ini dalam rangka mempererat hubungan antara dunia akademik dan institusi keuangan nasional. Dalam kesempatan ini, Kepala KPw BI DIY didampingi oleh Mahmudi yang merupakan staf KPw BI DIY.
Kunjungan ini juga menjadi momentum strategis untuk memperkenalkan berbagai aktivitas Bank Indonesia sekaligus mengajak UWM berperan aktif dalam pengembangan ekonomi di wilayah Yogyakarta.
Dalam pertemuan ini, Kepala BI DIY, Sri Darmadi Sudibyo, menyampaikan sejumlah program unggulan Bank Indonesia, mulai dari stabilisasi moneter, pengembangan UMKM, digitalisasi sistem pembayaran, hingga edukasi publik tentang ekonomi syariah. “Perguruan tinggi berperan penting sebagai mitra strategis dalam menyebarluaskan literasi ekonomi dan mendorong inovasi,” tambahnya.
Salah satu agenda utama dalam kunjungan tersebut adalah undangan resmi kepada Rektor UWM, Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec. untuk menjadi pembicara dalam acara Semesta (Semarak Ekonomi Syariah Yogyakarta) yang akan diselenggarakan oleh KPw BI DIY. “Acara ini merupakan upaya menggerakkan ekonomi syariah sebagai sumber pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus implementasi program pengembangan ekonomi dan keuangan syariah tahun 2025 di Yogyakarta,” terang Sri Sudibyo.
Rektor UWM menyambut baik undangan tersebut dan menyatakan kesiapan universitas untuk berkontribusi aktif dalam pengembangan ekonomi syariah. “Sinergi antara dunia pendidikan dan institusi keuangan seperti Bank Indonesia sangat penting dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah,” kata Guru Besar Ilmu Ekonomi ini.
KPw BI DIY melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) membantu UWM sebagai bentuk komitmen terhadap penguatan pendidikan tinggi. Serta bersama-sama membangun sinergi antara dunia akademik dan institusi keuangan dalam rangka pengembangan literasi ekonomi dan inovasi keuangan.