Home
news
Hedonisme Ancam Nilai Sosial dan Spiritual Generasi Muda

Hedonisme Ancam Nilai Sosial dan Spiritual Generasi Muda

news Jumat, 2025-05-16 - 19:35:54 WIB

Dalam khutbah Jumat yang disampaikan di Widya Nusantara Kampus Terpadu Universitas Widya Mataram (UWM) Yogyakarta hari ini, Jumat (16/05), Khatib sekaligus Imam, Dr. Bhenu Artha, S.E., M.M. menyampaikan peringatan keras tentang bahaya gaya hidup hedonis yang kini semakin merasuki generasi muda. Disampaikan di hadapan jamaah Jumat, khutbah mengangkat tema utama mengenai ancaman hedonisme terhadap nilai-nilai keislaman dan sosial kemasyarakatan.

Bhenu menyampaikan bahwa masyarakat, khususnya kaum muda, kini banyak terjerumus dalam gaya hidup konsumtif dan materialistis. Mereka cenderung membeli barang bukan karena kebutuhan, tetapi demi gaya, tren, dan untuk tampil lebih hebat dari yang lain. Fenomena ini, menurut Bhenu, adalah ciri khas dari paham hedonisme yang menempatkan kesenangan sebagai tujuan utama hidup.

“Banyak nilai luhur kemanusiaan yang luntur, bahkan hilang, ketika hedonisme telah mencengkeram hidup seseorang,” ujarnya yang juga kini sebagai Wakil Rektor I UWM. Bhenu juga menyoroti menurunnya kepekaan sosial di kalangan muda yang lebih mementingkan keuntungan pribadi daripada solidaritas sosial.

Khutbah juga menekankan bahwa Islam tidak membenarkan pandangan hidup hedonistik. Dalam pandangan Islam, dunia hanyalah tempat sementara yang tidak boleh dijadikan sebagai tujuan utama hidup. Bhenu mengingatkan bahwa manusia diciptakan sebagai khalifah di bumi, bukan untuk menjadi budak dunia atau manusia lain.

Mengutip Surat Hud ayat 116 dan Surat Al-Isra’ ayat 26-27, Bhenu menegaskan bahwa Allah mencela perilaku konsumtif dan pemborosan yang berlebihan. Orang-orang yang suka menghambur-hamburkan harta disebut sebagai "saudara-saudara setan".

Khutbah ditutup dengan doa agar umat Islam dijauhkan dari perilaku hedonis dan selalu mendapatkan hidayah Allah untuk hidup sesuai tuntunan agama. Jamaah juga diajak untuk memperkuat nilai ukhuwah, kepedulian sosial, dan memperhatikan keseimbangan antara kehidupan dunia dan akhirat. Khutbah ini juga menjadi pengingat penting di tengah arus budaya global yang semakin menjauhkan umat dari nilai-nilai spiritual dan kesederhanaan yang diajarkan dalam Islam.


Share Berita