Home
news
UWM Berikan Edukasi Pertanian Perkotaan

UWM Berikan Edukasi Pertanian Perkotaan


Rabu, 2020-08-19 - 14:18:36 WIB

Pertanian Perkotaan (Urban Farming) merupakan salah satu solusi untuk memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri serta memperbaiki kondisi sekitar agar tercipta lingkungan yang sehat dan berkualitas. Demikian disampaikan oleh Dr. Oktiva Anggraini, S.I.P., M.Si., Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Widya Mataram (UWM) saat kegiatan monitoring kegiatan pelatihan Urban Farming yang dilaksanakan oleh tim Pengabdi UWM di kecamatan Umbulharjo, Yogyakarta pada pertengahan Agustus lalu. 

“Dari monitoring tersebut, warga masyarakat mulai memahami tentang pertanian perkotaan sebagai kegiatan pertumbuhan, pengolahan, dan distribusi pangan serta produk lainnya melalui budidaya tanaman dan peternakan,” terang Oktiva pada Senin (17/8/2020). 

Di samping itu, lanjut Oktiva, masyarakat semakin akrab dengan penggunaaan kembali atau reuse sumber daya alam dan limbah perkotaan untuk memperoleh keragaman hasil panen dan hewan ternak. 

“Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini ditawarkan tim Pengabdi UWM sebagai solusi akan minimnya RTH atau Ruang Terbuka Hijau dan pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat,” katanya. 

Oktiva menegaskan, adanya pertanian perkotaan ruang hijau di kota bisa bertambah, wilayah penyerap Karbondioksida (CO2) menjadi lebih banyak sehingga kualitas udara menjadi lebih baik. Edukasi pertanian perkotaan ini diharapkan berkembang secara terpadu. Pengenalan Urban Farming dilakukan secara bertahap, pada bulan Januari dan Februari 2020. Pendekatan yang dilakukan dengan program aksi yakni dengan teknik penyuluhan dan praktek. Metode ceramah berupa presentasi materi oleh narasumber yang meliputi budidaya tanaman Hidroponik dalam baskom, budidaya tanaman dalam polibag dan polikultur tanaman sayuran dalam polibag. 

“Polibag banyak disukai karena harga murah, tidak memakan tempat karena di perkotaan rata-rata warga tidak memiliki lahan yang luas untuk bercocok tanam. Dengan polibag, tanaman juga mudah dipindah sesuai keinginan pemiliknya”, terang Oktiva. 

Untuk tanaman sayuran yang dikembangkan, Oktiva menambahkan, pada umumnya sayur seperti caisim, bayam, terong, kacang panjang dan lombok. Peserta dapat menggunakan cara vertikultur, menanam sayur dengan sistem gantung atau menempel di tembok di lorong gang sekitar rumah mereka. 

Oktiva menyebutkan, hasil kegiatan Pengabdian kepada Masyarat ini menunjukkan pengetahuan dan keterampilan peserta tentang pertanian perkotaan meningkat. Beberapa peserta telah menerapkan teknologi budidaya tanaman dalam polibag di rumahnya. Keterampilan tentang macam-macam teknologi pertanian perkotaan dapat diterapkan di lahan sempit. Kegiatan yang mampu meningkatkan ketahanan pangan rumah tangga ini diharapkan dapat menambah kesadaran warga untuk mensosialisasikannya selama pandemi Covid-19 melalui media sosial. Bahkan tim Pengabdi merasa bangga ketika produk pertanian warga dapat dinikmati bahkan dipasarkan melalui Whatsapp Group (WAG) kampung di Umbulharjo.

 

©HumasWidyaMataram


Share Berita


Komentari Berita