Home
news
Era Pandemi Covid-19 Mahasiswa Harus Berani Berinvestasi

Era Pandemi Covid-19 Mahasiswa Harus Berani Berinvestasi


Jumat, 2021-07-23 - 11:50:57 WIB

Program Studi (Prodi) Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Widya Mataram (UWM) menggelar webinar bertajuk Peluang Investasi di Era Pandemi Covid-19 pada Kamis (22/7/2021). Webinar tersebut mengundang narasumber Irfan Noor Riza (Kepala Bursa Efek Indonesia KP Jogja) dan Ruth Yendra (Kepala Unit Pemasaran Layanan Jasa KSEI). Webinar digelar secara terbuka untuk diikuti para mahasiswa UWM dan masyarakat umum.

Drs. Syamsul Bakri, MM selaku Plt. Dekan Fakultas Ekonomi mengatakan, webinar yang mengedukasikan investasi tersebut digelar secara rutin oleh Prodi Akuntansi untuk fasilitasi pada mahasiswa, dosen, tendik dan masyarakat umum sehingga mereka mendapatkan akses investasi melalui surat berharga dan obligasi.

“Dari webinar ini diharapkan akan ada keberanian dari para peserta webinar untuk mulai berinvestasi,” papar Drs. Syamsul. Dirinya menegaskan bahwa Prodi Akuntansi sudah memiliki ikatan kerjasama dengan PT. Bursa Efek Indonesia (BEI) dan PT. Phintraco Sekuritas.

Irfan menuturkan, keajaiban dunia ke delapan ada di pasar modal dan belum banyak masyarakat Indonesia yang mengetahuinya. Pertumbuhan investasi pasa modal syariah di Indonesia juga bertumbuh pesat. Jumlah saham syariah juga meningkat signifikan tuap tahunnya. Berdasarkan data per 21 Maret 2021, dari 724 saham, sebanyak 62,2 % berkategori syariah.

“Seleksi saham syariah terdiri atas dua kriteria utama yakni jenis usaha dan cara perusahaan mengelola usahanya. Jenis usaha merujuk kepada halal atau haramnya produk atau barang.jasa yang dihasilkan perusahaan,” terangnya.

Sedangkan cara pengelolaan, lanjut Irfan, merujuk pada berapa besar komposisi riba dalam keuangan perusahaan. Ada beberapa cara dalam memilih saham yang bagus diantaranya industrinya masih bertumbuh dimasa depan, revenue selalu tumbuh minimal 5% dalam 3 tahun terakhir, Net Profit Margin (NPM) minimal 5% dalam 5 tahun terakhir dan ROE minimal 10%. Perusahaan juga selalu membagikan dividen dan memiliki kondisi keuangan yang sehat sehingga masuk dalam kategori untuk dipilih dalam investasi.

Ruth Yendra, Kepala Unit Pemasaran Layanan Jasa Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) menjelaskan, KSEI sendiri sebagai lemabaga penyimpanan dan penyelesaian di Pasar Modal Indonesia yang bertujuan menyediakan jasa kustodian sentral dan penyelesaian transaksi yang teratur, wajar, dan efisien.

“Investor di pasar modal Indonesia sudah mencapai 5,6 juta. Kami harap para mahasiswa sudah berpartisipasi menjadi investor. Berdasarkan demografi investor individu, usia investor di bawah 30 tahun sebanyak 58, 39% yang merupakan kaum milenial di Indonesia,”papar Ruth Yendra.

©HumasWidyaMataram


Share Berita


Komentari Berita