Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mendorong realisasi pembangunan Grha Pers Pancasila sebagai pusat penguatan profesionalisme dan ideologi pers di tengah tantangan disrupsi digital, maraknya hoaks, serta polarisasi sosial. Gagasan ini mengemuka sebagai tindak lanjut arahan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X dalam pelantikan pengurus PWI, yang menekankan pentingnya pers menjaga standar, etika, akurasi, dan tanggung jawab publik.
Rencana pembangunan ini juga sejalan dengan Peraturan Daerah DIY Nomor 1 Tahun 2022 tentang Pendidikan Pancasila dan Wawasan Kebangsaan. Regulasi tersebut menekankan internalisasi nilai Pancasila melalui pendidikan formal maupun nonformal, termasuk peran aktif pers dalam menjaga persatuan dan mencegah intoleransi.
Sebagai langkah awal, PWI DIY menggelar Focus Group Discussion (FGD) kajian akademik yang melibatkan Dewan Penasehat, Dewan Pakar, dan Pengurus PWI DIY serta pakar lintas bidang. Forum ini membahas konsep, ruang lingkup, dan strategi implementasi Grha Pers Pancasila agar menjadi pusat pengembangan kompetensi wartawan dan literasi media masyarakat. Forum ini dihadiri oleh para Dewan Penasehat seperti Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec., Prof. Dr. Mohammad Suyanto, S.E., M.M., Ki R. Bambang Widodo, S.Pd., M.Pd, beserta Ketua PWI DIY, Drs. Hudono, S.H., dan Sekretaris Primaswolo Sudjono, S.Pt.
Focus Group Discussion ini dimoderatori oleh Drs. Sihono HT, M.Si. yang juga selaku Direktur Direktorat Pers Pancasila PWI Pusat, dengan dua narasumber: Prof. Dr. Sudjito, S.H., M.Si., Guru Besar Ilmu Hukum UGM yang memaparkan landasan filosofis dan ideologis Grha Pers Pancasila, beserta Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec. yang memaparkan kerangka studi akademik dan arah pembangunan Grha Pers Pancasila.
Secara konseptual, Grha Pers Pancasila akan dilengkapi aula konferensi pers, pusat pelatihan jurnalistik, pusat advokasi dan bantuan hukum pers, museum serta dokumentasi sejarah pers, perpustakaan dan pusat literasi media, ruang coworking, hingga pusat riset jurnalistik digital. Fasilitas ini ditujukan bagi wartawan, organisasi pers, akademisi, mahasiswa, pemerintah, dan masyarakat umum.
DIY dinilai memiliki posisi strategis sebagai pusat pendidikan dan kebudayaan nasional, sekaligus memiliki akar historis kuat dalam perkembangan pemikiran Pers Pancasila. Tokoh pers Yogyakarta, M. Wonohito, sejak 1970-an telah menggagas konsep pers yang sehat, bebas, dan bertanggung jawab berdasarkan nilai-nilai Pancasila. Semangat tersebut kini dihidupkan kembali untuk menjawab tantangan era digital dan kecerdasan buatan.
PWI DIY berharap dukungan Pemerintah Daerah dan DPRD DIY dapat mempercepat realisasi Grha Pers Pancasila. Kehadirannya diharapkan menjadi simbol komitmen bersama membangun pers yang profesional, berintegritas, serta berperan aktif menjaga demokrasi dan persatuan bangsa.