Home
news
Webinar Internasional Kebencanaan: MAPALA Siap Mitigasi Bencana dan Memayu Hayuning Bawana

Webinar Internasional Kebencanaan: MAPALA Siap Mitigasi Bencana dan Memayu Hayuning Bawana


Senin, 2021-11-08 - 09:03:06 WIB

Indonesia dan Timor Leste adalah negara yang berada dalam wilayah ring of fire. Masyarakatnya harus siap untuk menghadapi bencana alam yang terjadi dan keberadaan badan atau Lembaga terkait dengan pecinta alam dan SAR sangat penting. Wilayah Indonesia juga Timor Leste merupakan wilayah yang rawan gempa bumi. Namun demikian, gempa, baik vulkanik maupun tektonik, hanya salah satu saja bencana yang sering terjadi. Bencana lain seperti banjir, tsunami, tanah longsor, gas beracun, dan sebagainya, juga cukup “akrab” dengan masyarakat Indonesia. Namun demikian, hampir setiap ada bencana yang cukup besar, yang terjadi adal;ah kepanikan, yang berujung pada jatuhnya korban yang besar dan sikap saling menyalahkan. Pemerintah merupakian salah satu subyek utama yang dianggap tidak siap menangani dampak bencana yang terjadi, seperti yang terjadi di Aceh dan Yogyakarta/Jawa Tengah.

Seorang pecinta alam bisa saja sesat di wilayah pegunungan, namun masih bisa dicari dan ditemukan. Namun kalau sudah sesat pikir dalam memaknai pecinta alam, maka sulit memperbaikinya. Oleh karena itu, acara pendampingan ini saya anggap sangat positif, lebih-lebih dilakukan antarnegara tetangga, yang Sebagian wargannya juga bersaudara satu dengan lainnya, untuk aktivitas PRO-LINGKUNGAN yang baik, harmoni, damai, bersih, sehat, dan terjaga, begitu Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec , Rektor Universitas Widya Mataram membuka Webinar Internasional kebencanaan, Minggu (7/11/ 2021), dengan tema Kebencanan dan Mitigasi Bencana, Apa saja dan Bagaimana Respon Cepatnya.

Forum pendampingan dan webinar dilakukan oleh SARMMI (Search and Rescue Mapala Muhammadiyah Indonesia) bersama dengan Mapala Associação Gerhana Explora no Prezerva Natureza, satu-satunya Mapala di Timor Leste.

Lebih lanjut Prof. Edy yang juga wakil ketua Dewan Pembina SARMMI, Komisaris International Universities Search and Rescue Council (IUSARC) The Northern of Cyprus, Republic of Turkey mengingatkan pada Mapala untuk memahami philosophi dan pengetahuan praktis kepencinta alaman, juga terkait search and rescue. Bagi Mapala-Mapala yang sudah ada, forum seperti ini bisa juga sebagai ajang tukar pikiran dan recharging (penguatan) terhadap apa yang sudah dilakukan dan diketahui selama ini, sehingga kegiatannya betul-betul bermanfaat bagi masyarakat dan pelestarian alam, harapnya.

….….”Seorang pecinta alam dari nuraninya harus dibangun rasa cinta pada alam, dengan segala isinya. Jadi bukan merusak alam, atau menyakiti sesama. Dalam philosophi Yogya, yang juga dipegang UWM, adalah prinsip hamemayu hayuning bawana, yakni semangat untuk selalu memperindah jagat raya, dan menimbulkan harmoni semua makhluk yang ada di dalamnya. Pecinta alam mengedepankan kerja sama, bukan egoisme. Pecinta alam melestarikan bumi, bukan merusak alam, mengotori bumi dengan sampah dan buangan yang menimbulkan pencemaran. Pecinta alam tidak menunggu lama untuk berbuat suatu kebaikan, siap kerja mandiri, dan cepat mengambil keputusan. Seorang pecinta alam juga memiliki jiwa keberanian, namun bukan nekad, semua harus dengan perhitungan. Pecinta alam berwatak keras, disiplin, namun tetap dengan ketulusan dan cinta…..”.

Saat terjadi bencana yang bergerak pertama di dunia kampus adalah pencinta alam. Di DIY misalnya, saat terjadi bencana erupsi Merapi, juga gempa besar Bantul 2006, pencinta alam di PT-PT di Yogya bergerak duluan, bersama SAR dan masyarakat. Kehadiran mereka sangat dirasakan. Ketika terjadi banyak pelajar yang hanyut saat susur sungai beberapa tahun lalu, Mapala juga langsung bergerak.

Prof. Edy mengingatkan juga bahwa kepedulian daan peran Mapala harus diimbangi dengan pengetahuan teknis yang memadai; dengan daya dukung peralatan yang cukup, ketrampilan yang baik selalu lakukan latihan, kompetisi, dan ikuti forum-forum untuk terus mengasah kemampuan dalam SAR, begitu penjelasan Prof. Edy yang ikut membidani kelahiran SARMMI dan terlibat mendirikan IUSARC, Lembaga yang SAR dari PT-PT dunia yang didirikan di Northern Cyprus, yang sekaligus sebagai salah satu Board of Directornya.

….…”Harapan saya tentu forum ini bukan saja saling belajar, tetapi juga mengeratkan hubungan antarnegara bertetangga. Bagaimana Gerhana, didukung SARMMI dan juga MAPALA lainnya dari Indonesia, bisa menstimulus lahirnya MAPALA dan juga SAR di Timor Leste ini. Sehingga bisa mewujudkan kerja sama bermanfaat yang saling membutuhkan, saling menguntungkan, dan saling menguatkan dalam persaudaraan dan cinta sesama….., begitu pungkas Prof Edy.

©WidyaMataram


Share Berita


Komentari Berita