Home
news
Peserta PKM Perlu Strategi Super

Peserta PKM Perlu Strategi Super


Sabtu, 2021-12-11 - 14:45:39 WIB

Strategi yang super perlu diterapkan oleh para mahasiswa yang ingin mengikuti Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 2022, baik dari segi tema usulan riset maupun keanggotaan dalam kelompok peserta.

Wakil Rektor III Universitas Widya Mataram (UWM) Yogyakarta Puji Qomariyah, S.Sos, M.Si menyatakan, tema usulan proposal PKM yag menarik dan bagus tidak selalu berkonotasi masalahnya rumit.

“Persoalan sosial yang sederhana di sekitar mahasiswa tinggal, itu bisa diajukan sebagai topik. Yang perlu dipahami, apakah masalah yang dibahas terdapat kebaruan atau novelty,” kata dia di hadapan para mahasiswa, Kamis (9/12/2021).

Menurutnya persoalan sederhana itu juga perlu orisinil, dan terdapat tawaran program aplikatif. “Dalam usulan topik riset itu ya mahasiswa harus menyadari topik yang ditawarkan menarik dan penting, serta ada aspek solusi, dan yang terbarukan. Kalau persoalan itu terdapat kesamaan atau ada peneliti lain yang pernah membahas, topik itu masih bisa diajukan asalkan mahasiswa menawarkan solusi yang lebih kuat, dan belum ditawarkan oleh peneliti sebelumnya,” ujar dia.

Kemudian topik riset PKM perlu logis dan terjangkau biaya risetnya. “Mahasiswa sudah memili topik dan masalah serta solusi yang ditawarkan. Ketika masuki tahap penelitian lanjut, maka pengusul harus menyadari pembiayaan risetnya harus masuk akal jumlahnya, tidak memberatkan peneliti sendiri dan sesuai pagi anggaran dari institusi yang membiayai.”

Dalam kesempatan presentasi, Puji Qomariyah menyajikan sejumlah contoh topik-topik popular untuk usulan penelitian. Dia berharap contoh-contoh topiknya bisa memancing daya imajisasi dan kreativitas mahasiswa dalam menentukan topik usulan penelitian PKM.

Sementara Ketua Panitia PKM UWM Paharizal, S.Sos, MA, menyampaikan detail tentang syarat-syarat kelayakan usulan penelitian PKM. Aspek-aspek pembahasan dari langkah pembentukan kelompok, jenis-jenis bidang PKM, format penulisan, dan berbagai persoalan yang mengganjal proposal gagal sampai ke tahap pendanaan PKM.

Menurut Ketua Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik UWM itu, pembentukan kelompok perlu memperhatikan aspek lintas keilmuan mahasiswa.

“Kelompok riset dalam PKM sangat penting untuk memperhatikan latar belakang keilmuan atau program studi mahasiswanya. Kelompok yang lintas program studi cara pandang terhadap persoalan lebih beragam, dan tajam analisisnya,” ujar dia.

Menyinggung partisipasi UWM dalam PKM 2021, dia menyebut terdapat 57 pengusul proposal, sebanyak 52 proposal terunggah dan tervalidasi. Dalam PKM 2022, panitia menargetkan peningkatan proposal terunggah dan tervalidasi serta lolos pendanaan.***

©Humas WidyaMataram


Share Berita


Komentari Berita