Home
news
Persentase Doktor UWM Lebih Tinggi Secara Nasional

Persentase Doktor UWM Lebih Tinggi Secara Nasional


Rabu, 2022-01-05 - 17:50:44 WIB

Rektor Universitas Widya Mataram (UWM) Prof. Dr. Edy Suandi Hamid menyambut dua doktor baru UWM. Dengan demikian dosen UWM bergelar doktor mencapai 19 orang, dan 13 lainnnya calon doktor masih proses menyelesaikan kuliah doktoral (S3).

“Apabila dihitung statistik komposisi dosen bergelar doktor, UWM telah melampaui atau di atas rata-rata nasional ketentuan jumlah doktor dalam universitas. Dosen kualifikasi doktor 19 orang atau 22,09 persen dosen UWM. Angka persentase ini jauh di atas rata-rata nasional yang tahun 2020 masih 16,7 persen” kata dia saat menyamut dua doktor baru di ruang rapat rektor UWM, Rabu (5/1/2022).

Dua doktor baru dimaksud adalah Dr. M. Zaki Sierrad, SH., CN., MH. dan Dr. Aida Dewi, SH., MH. Keduanya merupakan dosen tetap di Fakultas Hukum UWM.

“Meningkatnya jumlah doktor di UWM menjadi modal penting untuk akselerasi dalam peningkatan kualitas akademik dan kuantitas mahasiswanya,” kata Prof Edy Suandi Hamid.

Rektor mengapresiasi Zaki Sierrad dan Aida Dewi yang bisa menyelesaikan kuliah doktoral. “Saya memiliki pengalaman serupa, kuliah doktoral itu harus banyak berkorban, ya korban waktu, juga korban biaya. Karena itu siapa saja yang mau kuliah doktoral harus diapresiasi dan dosen lain yang belum doktor, harus terinspirasi dan terpacu untuk mengikuti program doktoral.”

Kemudian dosen yang sudah mencapai doktor, menurutnya, kuliah doktoral atau S3 menjadi terminal formal pendidikan tertinggi. Tetapi ini bukan berarti terminal terakhir dan berhenti di dalamnya untuk mengembangkan dan menamah ilmu baru.

Kewajiban belajar tetap melekat untuk terus memperbarui (update) keilmuan dan adaptasi dengan teknologi baru. Kemudian para doktor harus mencapai satu tahap gelar akademik tertinggi lagi berupa profesor.

“Semua dosen harus bercita-cita untuk S-3 dan menjadi guru besar. Itu menjadi ukuran formal standar keberhasilan seorang dosen,” kata dia.

Prof Edy Suandi Hamid membaca terjadi peningkatan spirit kuliah lagi bagi dosen-dosen di UWM. Terdapat dosen-dosen senior, yang mengabdi lebih 15 tahun, juga kembali ke bangku kuliah. Situasi demikian sekaligus antisipasi apabila pemerintah sewaktu-waktu menetapkan minimal pendidikan dosen lulus doctoral (S3).”Ini iklim yang baik.”

Karena antusiasnya para dosen untuk belajar lagi, UWM bisa menyiapkan sambutan dokter baru yang lebih elegen seperti rektorat menyiapkan forum khusus seminar, diskusi dan sejenisnya pada sesi penyambutan berikutnya.

Soal peran para doktor di kampus, rektor UWM mengingatkan agar mereka mewakafkan waktunya untuk mengabdi secara integratif di kampus, dengan terlibat aktif dalam pengajaran dan jabatan di birokrasi. Berbeda dengan di perguruan tinggi luar negeri, para doktor dan profesor fokus dalam aktivitas bidang akademik dan riset. Universitas-universitas di Indonesia mengapresiasi para doktor untuk terlibat dalam jabatan-jabatan fungsional di kampusnya.

Dr. M. Zaki Sierrad, SH., CN., MH menyatakan sangat antusias dengan diadakannya sambutan doktor baru yang dipimpin Rektor UWM, dan dihadiri para dekan. Dia menyatakan kesiapanya untuk mengabdi di kampusnya, di FH UWM.

“Saya sangat mengapresiasi strategi rektor dalam mengantisipasi pandemic Covid-19 dengan strategi yang tepat sehingga mahasiswa baru UWM tetap bertambah di masa sulit itu. Saya berharap dengan hadirnya para doktor baru, UWM menjadi kampus pilihan utama bagi masyarakat.”

©Humas WidyaMataram


Share Berita


Komentari Berita