Home
news
Penyintas Covid-19 Berbagi Pengalaman

Penyintas Covid-19 Berbagi Pengalaman


Sun, 2021-02-21 - 19:16:20 WIB

Protokol Kesehatan (Prokes) harus dilanjutkan hingga pandemi Covid-19 berakhir. Penerapan Prokes juga diiringi dengan kehati-hatian dan tingkat disiplin tinggi. Pernyataan tersebut disampaikan Prof. Dr Edy Suandi Hamid, M.Ec Rektor Universitas Widya Mataram (UWM) dalam perbincangan di Studio Podcast Kutunggu di Pojok Ngasem, Jumat (19/2/2021). Podcast episode #010 ini diadakan dengan tajuk “Pengalaman Penyintas Covid-19” bersama Puji Qomariyah, S.Sos., M.Si (PQ) sebagai host.

“Protokol kesehatan sudah saya laksanakan dengan ketat, akan tetapi hasilnya positif. Bahkan, saya selalu rutin untuk melakukan Swab-Test setelah mengikuti kegiatan yang melibatkan banyak orang seperti wisuda. Jika tidak Swab-Test, mungkin saya tidak tahu apakah terpapar atau tidak. Artinya, banyak sekali di lingkungan kita yang barangkali positif dalam kategori Orang Tanpa Gejala (OTG),” terang Prof Edy selaku penyintas Covid-19 yang menuturkan pengalamannya sejak terpapar Covid-19 dan proses melewatinya.

Oleh karena itu, Prof Edy mengungkapkan, walaupun kita sudah melaksanakan protokol kesehatan dengan baik namun kita tetap harus ekstra hati-hati untuk melidungi diri sendiri, keluarga, dan orang lain. Sebagai antisipasi kita terhadap Covid-19 ini kita harus mengedukasi publik menggunakan protokol kesehatan.

“Jangan sekali-kali melanggar aturan pemerintah dan standar yang telah ditetapkan oleh World Health Organization (WHO) untuk melindungi diri kita dari pandemi ini,” kata Rektor UWM itu.

Dari segi akuntabilitas, lanjut Prof Edy, setiap orang yang terpapar virus ini semestinya mendeklarasikan statusnya yang positif itu. Begitupun dengan perguruan tinggi, sebagai lembaga pendidikan harus mengedukasi publik tentang bagaimana penanganan Covid-19 terutama ketika ada yang terpapar. Disamping itu, masyarakat juga tidak dibenarkan jika sampai mengucilkan orang yang sedang dan pernah terpapar virus berukuran nanometer itu.

Mantan Ketua Forum Rektor Indonesia periode 2008-2009 ini menyebutkan, kiat-kiat dalam menjalani isolasi mandiri mulai dari membaca setiap pedoman yang diberikan, berfikiran tenang dan tidak paranoid. Selain itu, olahraga teratur, mengkonsumsi multivitamin, makan dan tidur yang cukup, serta berdo’a tidak kalah penting untuk dilakukan untuk kesembuhan.

“Semua orang harus melaksanakan protokol kesehatan serta mengikuti anjuran pemerintah dan standar WHO,” papar mantan Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) itu. Prof Edy menekankan agar kita semua tidak over-confidence. Jika ada gejala sekecil apapun sebaiknya dicek dengan thermometer, oximeter, segera Swab-Test, tes darah dan CT-Scan.

©HumasWidyaMataram


Share Berita


Komentari Berita