Home
news
Pengabdian Dosen, Tingkatkan Keterampilan Masyarakat Di Desa Jengkelingan

Pengabdian Dosen, Tingkatkan Keterampilan Masyarakat Di Desa Jengkelingan


Selasa, 2019-12-03 - 09:12:08 WIB

 

Tim dosen  penerima hibah pengabdian Program Kemitraan Masyarakat (PKM) yang didanai oleh Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM) DIKTI melaksanakan pengabdian masyarakat di Desa Jengkelingan, Sidoarum, Godean, Sleman. Pengabdian sebagai langkah meningkatkan potensi desa tersebut. Demikian disampaikan Dr. Ir. Siti Nur Purwandhani, MP Dekan Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Widya Mataram (UWM) selaku Ketua tim pada acara serah terima bantuan alat Senin (2/12/2019) di lokasi pengabdian. Turut hadir Dr. Oktiva Anggraini, S.IP., M.Si Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UWM. 

Ketua tim yang akrab disapa Dhani itu mengatakan pengabdian dilaksanakan bersama dengan anggota tim diantaranya Ir. Setyo Indroprahasto M.Si Dekan Fakultas Pertanian Institut Pertanian INTAN dan Cicilia Tri Kusumastuti S.P, M.Sc Dekan Fakultas Pertanian Universitas PGRI Yogyakarta. 

“Daerah Jengkelingan merupakan hamparan datar yang subur dengan penduduk yang sebagian ibu rumah tangganya adalah murni ibu rumah tangga yang baru berusaha menggeliat produktif untuk meningkatkan pendapatannya,” kata Dhani. 

Salah satu usaha ibu-ibu di Desa Jengekelingan, lanjut Dhani, adalah membentuk Kelompok Wanita Tani (KWT) yang mereka beri nama Ngupoyo Boga yang artinya berusaha untuk memperoleh penghasilan. KWT tersebut diketuai Zulidah dan sudah mencoba menanam beberapa komoditi pertanian untuk kegiatannya diantaranya adalah bunga telang. 

Menurut penjelasannya, bunga telang (Clitoria ternatea/butterfly pea) disebut juga blue pea merupakan bunga yang biasa tumbuh di pekarangan atau tepi hutan. Bunga telang pertama kali tumbuh di Asia, kemudian menyebar ke Afrika, Australia maupun Amerika. Bunga Telang bisa digunakan sebagai pewarna makanan alami misalnya didalam makanan seperti nasi biru, puding, kue, es krim, dan lain sebagainya; serta dibuat minuman seperti coctail

“Selain fungsinya sebagai pewarna, bunga telang juga mempunyai manfaat kesehatan karena mengandung komponen fungsional yang tidak sedikit terutama phenol, flavonoid, alkaloid, anthocyanin dan lain-lain. Dengan adanya komponen fungsional di dalam bunga telang, bunga ini memiliki beberapa efek manfaat yang menakjubkan diantaranya berpotesi untuk detoksifikasi, mencegah penuaan dini, mengatasi beberapa masalah kesehatan seperti batuk dan penyakit kulit, mengobati gangguan penglihatan, sifat antidepresannya bisa untuk menghilangkan stres,” tutur Dhani. 

Dhani mengatakan pengabdian difokuskan pada peningkatan kemampuan dan keterampilan Sumber Daya Manusia (SDM) untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan produktif berbasis   potensi lokal dari hulu ke hilir sampai dengan pemasarannya. Hal itu dilakukan dengan menggunakan pendekatan perubahan pola pikir/mindset tradisional ke kegiatan kewirausahaan dan peningkatan keterampilan SDM, yaitu pada cara budidaya, pemahaman komponen fungsional, manfaat kesehatan bunga telang, serta prosesnya untuk produksi makanan dan minuman. Kegiatan ini akan dilanjutkan dengan pelatihan pengeringan bunga yang higienis dan metoda pengemasan agar diperoleh bunga telang kering yang tahan lama dengan metoda pemberian teori dan praktek, termasuk regulasi label pengemasan pangan. 

“Pengabdian ini sudah diamulai pada bulan Juni lalu. Sementara untuk bantuan alat yang diserahkan berupa alat pengering bunga telang yang higienis, penguat tanaman bunga telang di kebun galvalum, alat-alat pengolahan yang berupa kompor gas kecil dan besar beserta regulator dan tabung gas, timbangan digital, alat pengemas sealer Powerpack PCS 3001 dan lain-lain, ” katanya. 

Adanya bantuan penguat tanaman galvalum diharapkan bunga telang tumbuh menjalar teratur tidak rubuh, alat pengering dan pengemas dapat menghasilkan bunga telang kering terkemas yang bersih, dan alat-alat pengolahan menghasilkan minuman atau makanan berbasis bunga telang yang dapat meningkatkan perekonomian bagi KWT. 

©HumasWidyaMataram

 


Share Berita


Komentari Berita