Home
news
Pakar Ekonomi: Potensi Pertumbuhan Ekonomi Syariah Tahun 2021 Tetap Tinggi

Pakar Ekonomi: Potensi Pertumbuhan Ekonomi Syariah Tahun 2021 Tetap Tinggi


Jumat, 2021-01-22 - 09:21:51 WIB

Di tengah resesi ekonomi global yang dialami banyak negara di dunia, namun jika dilihat secara nasional ekonomi syariah masih tetap berjalan. Ekonomi syariah memiliki daya tahan yang tinggi dalam menghadapi situasi. Hal itu disampaikan Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec Rektor Universitas Widya Mataram (UWM) sebagai Narasumber dalam acara webinar bertema Outlook Keuangan Syariah, Perbankan dan Pasar Modal. Mengalami Drop?.

Acara digelar oleh Komunitas Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Pengurus Wilayah DIY secara virtual pada Kamis (21/1/2021) melalui aplikasi zoom. Di samping Rektor UWM, panitia juga menghadirkan narasumber Miyono Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) DIY yang menggantikan Kepala Perwakilan BI DIY Hilman Tisnawan.

“MES sebagai suatu gerakan harus mampu mendesain ekonomi syariah pada tahun 2021, bukan hanya sebatas memberikan ramalan ekonomi tahun 2021,” papar Prof Edy. Menurut Rektor UWM tersebut, hal itu untuk meningkatkan implementasi syariah dalam perekonomian di Indonesia.

Berbicara mengenai potensi ekonomi, lanjut Prof Edy, DIY maupun secara nasional memiliki potensi besar untuk terwujud pertumbuhan ekonomi jika dilihat dari jumlah penduduk muslim di Indonesia yang mencapai lebih dari 220 Juta. Secara nasional pertumbuhan ekonomi syariah masih diatas rata-rata bank BUMN di tengah situasi yang tidak menguntungkan yakni karena adanya pandemi Covid-19 ini.

“Dengan asumsi angka kasus Covid-19 yang rendah dan terus menurun, maka laju pertumbuhan ekonomi Indonesia akan positif mencapai lebih dari 5%. Begitupun dengan perbankan syariah juga akan mengalami pertumbuhan positif, sehingga dengan adanya pengalaman empirik bahwa Bank Syariah tetap tumbuh diatas rata-rata tersebut kita harus optimis dengan perekonomian kita,” papar Anggota Parampara Praja Pemda DIY itu.

Menurut Ketua Forum Rektor Indonesia periode 2008-2009 itu, adanya Covid-19 memberikan dampak positif bagi perbankan syariah, karena aktivitas berbasis digital sangat mendorong peningkatan ekonomi syariah. Keuangan syariah belum berjalan beriringan dengan ekonomi syariah yang potensinya juga besar. Jika sektor riil ekonomi syariah seperti wisata syariah, farmasi, kuliner, hotel syariah dan lain sebagainya dikembangkan, maka akan mampu menggerakan keuangan syariah.

Berdasarkan data, Miyono mengatakan, DIY masih mengalami kontraksi pada Triwulan III 2020, namun perkiraan perekonomian pada Triwulan IV akan melanjutkan tren perbaikan. Ekonomi DIY pada tahun 2021 juga diperkirakan akan mulai recovery, yang dipicu oleh pemulihan optimisme dan investasi proyek strategis nasional.

“Secara umum perbankan di DIY memang mengalami tekanan akibat pandemi Covid-19, namun kinerja perbankan syariah di DIY relatif lebih baik dibandingkan dengan umum,” ucap Miyono.

©HumasWidyaMataram


Share Berita


Komentari Berita