Home
news
New Normal: Prinsip Keselamatan Sivitas Akademika Tetap Diutamakan

New Normal: Prinsip Keselamatan Sivitas Akademika Tetap Diutamakan


Senin, 2020-06-15 - 22:21:15 WIB

Prinsip keselamatan dalam era new normal atau tatanan baru menjadi prioritas utama yang harus didahulukan dibanding aspek yang lain. Tatanan baru merupakan kondisi yang semula tidak umum menjadi sesuatu yang dianggap wajar dan diterima masyarakat secara luas. Tentu saja dalam pelaksanaannya harus berpegang pada prinsip tatanan baru pula. Di samping prinsip keselamatan, prinsip lainnya diantaranya prinsip operasional, keterjangkauan, cepat, sederhana, dan tidak diskriminatif. Demikian dipaparkan oleh Dr. Jumadi, SE., MM, selaku narasumber dalam webinar Sharing Corner #4 pada Sabtu (13/6/2020) yang dilaksanakan melalui Zoom Video Conference.

“Dalam hal pendidikan bagi mahasiswa, kedatangan ke Kampus harus mengikuti prosedur. Kedatangan mahasiswa harus dipermudah tanpa mengabaikan faktor kesehatan. Mahasiswa juga harus menaati protokol kesehatan selama proses pembelajaran di kampus, ” terang Wakil Rektor I UWM itu.

Ketua Ikatan Dosen Republik Indonesia (IDRI) DIY itu menyampaikan, Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) menjadi konsep yang dapat diimplementasikan pada era tatanan baru. Unsur pendidik dan tenaga kependidikan harus mendapatkan prioritas dalam pelaksanaan PJJ dengan meningkatkan kualitas dan kapasitasya. Plafform pembelajaran dan panduan PJJ juga harus dipersiapkan dengan dibarengi kemudahan akses dan keterjangkauan biaya.

Selaras dengan hal tersebut, Hartanto, SE., SH., M.Hum, Dosen Fakultas Hukum UWM, menguraikan berbagai permasalahan dalam menyongsong tatanan baru. Masalah yang dihadapi seperti penguasaan teknologi, keterbatasan sarana prasarana, kualitas pendidikan dan pengajaran. Dalam masa new normal, kurikulum harus disesuaikan.

“Mengatasi beragam permasalahan tersebut maka merubah mindset menjadi hal utama yang harus dilakukan. Kampus juga dituntut melakukan efisiensi anggaran untuk menyelamatkan lembaga,” ujar Ketua Tim Tanggap Covid-19 UWM itu. Dirinya juga mengajak para peserta untuk bersama-sama mendorong peran pemerintah mengendalikan harga pulsa data yang saat ini menjadi salah satu kebutuhan pokok masyarakat selama pandemi.

Pada akhir paparannya, Hartanto berpesan untuk tetap menjaga jarak fisik namun tetap mempererat jalinan sosial untuk bersama–sama menjadi penyintas atau seseorang yang mampu bertahan dari pandemi ini. “Jangan membawa virus ke kantor, jangan membawa virus ke dalam kampus dan jangan membawa virus ke dalam rumah,” pungkasnya.

 

©HumasWidyaMataram


Share Berita


Komentari Berita