Home
news
Mewujudkan UWM Unggul, Global dan Berbasis Budaya

Mewujudkan UWM Unggul, Global dan Berbasis Budaya


Kamis, 2019-10-03 - 18:09:45 WIB

 

Menjadi Perguruan Tinggi (PT) yang unggul sudah menjadi cita-cita dan tugas bagi manajemen PT dan semua yang terkait didalamnya untuk mewujudkannya. Dalam bingkai akreditasi, PT dikatakan unggul apabila institusinya terakreditasi “A” oleh Badan Akreditasi Negara (BAN).

Hal itu disampaikan Rektor Universitas Widya Mataram (UWM) Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec pada Kamis (3/10/2019) sebagai narasumber dalam acara sarasehan bertajuk Membangun Pendidikan Berbasis Budaya di Pendopo Agung UWM. Seluruh sivitas akademika turut hadir dalam rangkaian Dies Natalis ke-37 tersebut. Narasumber lain yang juga turut dihadirkan Prof. Dr. Ir. Ambar Rukmini, MP Wakil Rektor I UWM dan Heru Wahyu Kismoyo, S.Sos., M.Si dosen Fisipol UWM dan pemerhati budaya.

Edy mengatakan bahwa untuk mewujudkan cita-cita menjadi kampus unggul tersebut menjadi tantangan segenap pimpinan, dosen dan tenaga kependidikan. Langkah-langkah sudah dilakukan sehingga menjadi pola pikir dan program universitas. Hal itu akan tercapai bergantung pada komitmen, integritas, kerjasama dan keseriusan dari semua elemen yang terkait.

“Insha Allah, perkembangan dua tahun terakhir ini menunjukkan gerak yang mengarah pada perwujudan UWM unggul,” terang Edy.

Secara kelembagaan, lanjut Edy, UWM telah melakukan penandatanganan nota kesepahaman dengan lembaga dan PT, diantaranya Tomsk State University dan RUDN University Rusia pada tahun ini. Namun dengan unggul dan mengglobal saja bukanlah tujuan akhir dari UWM. Hal itu tetap dalam bingkai budaya sesuai dengan visi UWM dengan tetap berorientasi pada keinginan founding fathers dari UWM.

“Dengan berbasis seperti itu, UWM harus memandang dan menggerakkan institusinya untuk menjadikan ilmu pengetahuan memiliki keberpihakan pada nilai-nilai budaya yang berembang di tanah air ini,” kata mantan Ketua Forum Rektor Indonesia (FRI) itu.

Dari sisi pemikiran pendiri UWM, Ambar mengatakan untuk menuju kampus unggul sebagaimana visinya maka diperlukan kesatuan pemikiran. Moment 37 tahun UWM ini, Ambar mengajak sivitas memahami dasar pemikiran, harapan pendiri dan program bidang akademik.

“UWM didirikan dalam rangka melahirkan calon pemimpin bangsa dengan mendidik calon pemimpin bangsa menjadi kader pimpinan handal berciri khusus,” paparnya.

Dalam memajukan UWM, Ambar mengajak sivitas untuk bergandeng tangan dan bersatu. Membangun pendidikan berbasis budaya dapat ditempuh dengan menanamkan nilai Kewidyamataraman kepada seluruh sivitas, dibentuk pusat kajian budaya Mataram, memperkuat kultur budaya melalui kegiatan seni, kurikulum prodi diwarnai oleh dasar budaya (etika moral martabat) dan pelayanan berbasis budaya Mataram.

Sementara itu, Heru mengelaborasi UWM melalui judul makalahnya Mengharmonisasikan nDalem Mangkubumen sebagai Cikal Bakal Kampus Berbasis Budaya.

“Saya cenderung lebih memilih diksi kampus peradaban sebagai pengejawantahan makna Widya Mataram itu sendiri baik secara etimologis maupun epistemologinya, dimana kampus peradaban atau Universitas Widya Mataram merupakan penyambung mata rantai peradaban agar tidak terputus dalam keberlangsungan pendidikan bagi kehidupan umat yang universal,” kata Heru.

Dari aspek modal dasar, Heru menjelaskan, sisi arsitektural nDalem Mangkubumen yang ditempati UWM memiliki keunggulan yang dapat dijadikan laboratorium arsitektur dunia. Sedangkan dari sisi lainnya, filsafat budaya Mataram sebagai ruh karena merupakan hasil olah cipta rasa karsa akal budi manusia, yakni budaya.

“UWM dengan pradnyaparamytha, Padma shri khresna, hastabrata dan nDalem Mangkubumen sebagai kawah candradimuka pangeran pati calon pengganti sultan yang akan datang adalah satu kesatuan epistemologis yang harus dijabarkan dalam statuta UWM sehingga menjadi landasan penyusunan kurikulum dan dapat menghasilkan ouput kelulusan yang diinginkan,” paparnya.

©HumasWidyaMataram


Share Berita


Komentari Berita