Home
news
Menyimak Turbulensi Ekonomi dari Kacamata Pandang Rektor UWM

Menyimak Turbulensi Ekonomi dari Kacamata Pandang Rektor UWM


Sabtu, 2019-02-16 - 14:51:55 WIB

 

Pada akhir-akhir ini kita melihat bagaimana isu-isu ekonomi digiring dan dikaji tidak pada ruang yang seharusnya. Lebih dari itu, diskursus-diskursus mengenai isu-isu ekonomi yang ditampilkan oleh media, proporsinya bahkan lebih banyak dikaitkan dengan konteks kontestasi pemilihan presiden dibandingkan dengan isu itu sendiri. Hasilnya, pemahaman yang didapat akhirnya menjadi tidak cukup utuh untuk dikonsumsi oleh masyarakat umum.

Kaitan dengan permasalahan tersebut, Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan peluncuran buku pada Sabtu (16/2/2019) di Hall Perpustakaan Sekolah Vokasi (SV) UGM. Adapun buku yang diluncurkan yakni Menyimak Turbulensi Ekonomi: Pengalaman Empiris Indonesia yang merupakan hasil pemikiran penulis Anggito Abimanyu.

Dalam acara tersebut dihadiri Prof. Ir. Panut Mulyono, M.Eng., D.Eng. (Rektor UGM), Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec (Rektor UWM), Wikan Sakarinto, ST., M.Sc., Ph.D (Dekan Sekolah Vokasi), Direktur PT. Pegadaian dan sejumlah tamu undangan lainnya. Peluncuran buku tersebut menghadirkan dua narasumber sebagai pembahas yaitu Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec selaku Rektor Universitas Widya Mataram (UWM) dan Dr. Elan Satriawan. 

Menurut Prof. Edy, buku ini bermanfaat sebagai pelengkap matakuliah tertentu, seperti Ekonomika Makro, Ekonomika Pembangunan, Ekonomika Internasional, Keuangan Negara, Ekonomika Moneter ataupun juga Ekonomika Politik. Sebagai komplemen, untuk membuat teori yang diajarkan lebih membumi dengan mengambil kasus realitas perekonomian Indonesia. Dalam konteks fiskal, pembaca tidak hanya ditunjukkan struktur makro RAPBN dengan berbagai permasalahannya, tetapi juga diajak berselancar dalam proses ekonomi-politik di parlemen sampai menjadi APBN, hingga pengawasan dalam implementasinya. Saat membahas situasi moneter, tidak sekedar membahas isu klasik tentang nilai tukar rupiah, inflasi, pengawasan sektor keuangan Indonesia dan peran lembaga-lembaga terkait dalam sektor moneter, namun juga membahas situasi aktual keuangan syariah yang stagnan, hingga catatan kritisnya terhadap kebijakan moneter yang mutakhir seperti kenaikan suku bunga acuan akhir 2018 yang lalu, yang dianggapnya sebagai langkah berani dan mengejutkan. 

Disamping itu, sebagai sebuah reading on economic current issues menjadi sangat membantu bagi para pengajar-pengajar untuk matakuliah memberi ilustrasi yang relevan dari bagian-bagian tertentu yang diajarkan. Hal tersebut dipermudah dengan satu kelebihan penulis yakni menulis dengan bahasa yang lancar dan komunikatif, yang tidak membuat pembacanya harus berkerut keningnya saat membaca tulisannya. Ia bisa mengelabrorasi kasus-kasus sulit dengan bahasa yang mudah. Kritik-kritik atas berbagai kebijakan ekonomi Indonesia disampaikan dengan lugas, tegas tanpa ada nada menghakimi, dan memberi kesan sebagai masukan obyektif dari seorang pemikir ekonomi independen.

Namun, sebagai sebuah bunga rampai, kelemahan yang selalu muncul adalah keruntutan antara subbab satu dengan lainnya. Namun hal tersebut tidak terasa mengganggu, dan tetap saja buku ini memberi kontribusi dalam diskursus tentang berbagai kebijakan dalam perekonomian Indonesia. Seperti tagline sebuah majalah populer di Indonesia, bagi mahasiswa ekonomi, ekonom, dan mereka yang tertarik mengetahui perekonomian Indonesia, buku ini “ enak dibaca, dan perlu”. 

®HumasWidyaMataram


Share Berita


Komentari Berita