Home
news
Menjajaki Peluang Usaha Baru di Tengah Pandemi

Menjajaki Peluang Usaha Baru di Tengah Pandemi


Jumat, 2021-08-27 - 11:07:43 WIB

Masih banyak peluang yang dapat dijajaki pelaku usaha di masa pandemi. Dibalik perekonomian yang cenderung memburuk, inovasi dan kreativitas dibarengi dengan optimisme tinggi sangat dibutuhkan. Bisnis yang berkaitan dengan sektor kesehatan mulai dari masker, Alat Pelindung Diri (APD) dan hand sanitizer, peluangnya cukup baik. Demikian disampaikan Dr. Oktiva Anggraini, S.I.P., M.Si., Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Widya Mataram (UWM) dalam pendampingan daring Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dengan mitra Kelompok Wanita Tani (KWT) Kemiri Edum, desa Purwobinangun, Pakem, Sleman (20/8/2021).

Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) UWM tahun ini mendapatkan kepercayaan dari Kemenristek-BRIN untuk mendampingi pemberdayaan KWT dengan judul Optimalisasi Bauran Marketing, Digitalisasi Produk Kreatif Untuk Penguatan IRT Teh Bunga Telang Penunjang Mitigasi Pandemi Agrowisata Lereng Merapi, Kabupaten Sleman. Bersama anggota tim yang lain yakni Masrul Indrayana, ST., MT, tim telah melaksanakan serangkaian kegiatan yang memiliki nilai manfaat dengan mengoptimalkan potensi mitra dalam memasarkan produknya dan penguatan IRT Bunga Telang.

“Sejumlah usaha frozen food menggunakan promosi media sosial makin diminati konsumen. Ha itu dikarenakan kondisi masyarakat yang harus menjaga jarak dan isolasi diri sehingga tingkat konsumsi makanan frozen meningkat,” jelas Oktiva.

Selanjutnya Oktiva mengajak agar warga desa dapat memanfaatkan pekarangan rumah untuk bercocok tanam. Selain untuk refreshing, kesibukan baru tersebut dapat mendatangkan nilai ekonomi untuk keluarga. Kebutuhan sayur-mayur sedikit tertolong sehingga uang yang seharusnya untuk membeli sayur dapat dimanfaatkan untuk keperluan yang lain. Peluang-peluang baru inilah yang bisa dikembangkan para wanita tani sekaligus sebagai strategi coping.

“Program yang dilakukan telah menunjang bangkitnya entrepreneurship mitra sehingga lebih optimal lagi dengan mengkombinasikan cara-cara pemasaran produk di masa pandemi yang panjang. Hal ini dapat meningkatkan pendapatan masyarakat Desa Purwobinangun yang mengupayakan berkembangnya agrowisata Lereng Merapi, Kabupaten Sleman,” terang Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UWM itu.

Oktiva menambahkan, timnya juga melakukan penguatan bisnis ramuan herbal teh bunga telang. Pertimbangannya, saat pandemi permintaan masyarakat terhadap minuman kesehatan meningkat untuk menjaga imunitas. Peluang ini perlu disiasati dengan promosi yang lebih gencar dan kreatif. Kegiatan aksi yang dilaksanakan meliputi pelatihan teknologi informasi, pelatihan manajemen pariwisata dan bauran marketing mix serta pelatihan digitalisasi produk kreatif. Hasil pendampingan menunjukkan mitra lebih kreatif dalam mendesain konten promosi di media sosial, frekuensi promosi meningkat dan berimbas pada peningkatan omzet. Meski demikian, mitra tetap mengutamakan modal sosial sebagai peneguh interaksi sosial di masa pandemi panjang.

“Mengingat masih adanya pembatasan kegiatan, maka keinginan dan motivasi mitra yang cukup tinggi disiasati dengan mengubah metode pelatihan secara online,” tutup Oktiva.

©HumasWidyaMataram


Share Berita


Komentari Berita