Home
news
Menginjakkan Kaki di Kampus Budaya, Mahasiswa Harus Jauhi Narkoba dan Wajib Mengerti Kewidyamataraman

Menginjakkan Kaki di Kampus Budaya, Mahasiswa Harus Jauhi Narkoba dan Wajib Mengerti Kewidyamataraman


Kamis, 2019-09-12 - 17:08:22 WIB

Berbicara tentang narkoba, merokok menjadi pintu gerbang penggunaan narkoba. Secara bertahap dari merokok, lalu minuman keras dan merembet pada penyalahgunaan narkoba. Demikian pernyataan Kasi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Yogyakarta Susilo Budisantoso, SH., MH sebagai narasumber Pengenalan Kehidupan kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Kamis (12/9/2019) di Pendopo Agung Universitas Widya Mataram (UWM).

“Penyalahgunaan narkoba didominasi usia produktif mencakup usia para pelajar dan mahasiswa,” kata Susilo, lalu menegaskan bahwa DIY mendudukai rangking ke-5 terbesar dalam kasus penyalahgunaan narkoba dari seluruh wilayah di Indonesia.

Susilo menerangkan, dari sekian kasus, lebih didominasi pelajar atau mahasiswa dari luar DIY yang terjerat narkoba. Narkoba telah menjadi ancaman dunia. Hal itu dipengaruhi beberapa faktor diantaranya faktor kemudahan, keturunan dan lingkungan.

Foto. Pemamparan Materi Kewidyamataraman oleh Heru Wahyu Kismoyo

Dari Perspektif Budaya, Dosen Filsafat Mataram UWM Heru wahyu Kismoyo, S.Sos., M.Si mengawali pemaparan materi Kewidyamataraman dengan menanyakan kepada para mahasiswa mengapa memilih UWM.

“Kampus Widya Mataram secara fisik di nDalem Mangkubumen, namun secara ilmu Kewidyamataraman,Yogyakarta ini merupakan sekolah kehidupan,” Jelas Heru.

Dikampus peradaban ini, Heru menambahkan, selain mengasah kecerdasan intelektual juga dituntut mengasah kecerdasan sosial dan spiritual.

“Hampir semua perguruan tinggi di Indonesia ini pragmatis, namun Widya Mataram menjadi alternatif dalam dunia pendidikan,” paparnya. Di UWM ada nilai esensi yang dikandung. Kampus ini memiliki kekuatan filosofis dan strategis.

Menurutnya, kalau ingin sukses maka harus menaati aturan akdemis, sering mengunjungi dan mempelajari isi museum di Yogyakarta. Selain itu, mahasiswa juga harus sering berkunjung ke perpustakaan di Yogyakarta serta mengikuti berbagai event dan seminar. Dengan begitu, harapannya para mahasiswa UWM bisa menjadi sosok penjaga gawang kebudayaan.

©HumasWidyaMataram


Share Berita


Komentari Berita