Home
news
Memupuk Jiwa Nasionalisme Mahasiswa Baru di Tengah Pandemi Covid-19

Memupuk Jiwa Nasionalisme Mahasiswa Baru di Tengah Pandemi Covid-19


Rabu, 2020-09-09 - 13:57:53 WIB

Universitas Widya Mataram (UWM) Yogyakarta memiliki dengan nilai budaya sebagai tempat pendidikan calon pemimpin sebelum diangkat menjadi seorang Raja/Sultan yang dibangun oleh Sri Sultan Hamengku Buwono VI. Keunggulan yang dimiliki UWM adalah keunggulan dalam konteks nilai budaya fisik maupun non fisik. Hal ini disampaikan Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec, selaku Rektor sekaligus keynote speaker dalam Studium General Universitas UWM Tahun Akademik 2020/2021.

“Adanya Covid-19 mengharuskan mahasiswa kuliah secara daring. Saudara mahasiswa adalah generasi yang beruntung, saya berharap saudara mahasiswa baru bisa mengoptimalkan diri dengan kuliah sistem daring yang memiliki banyak manfaat,” kata Prof. Edy pada Rabu (9/9/2020) di Pendopo Agung UWM dan siaran langsung secara virtual.

Rektor UWM yang pernah menjabat sebagai Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta se Indonesia (APTISI) tersebut menerangkan, adanya pembelajaran daring memaksa mahasiswa untuk mandiri, memiliki inisiatif dan berimprovisasi melakukan sesuatu dalam meningkatkan kualitas. Mahasiswa juga akan lebih aktif dengan pembelajaran daring. Untuk sukses berkarir juga dibutuhkan hardskills dan softskills yang dapat diperoleh selama menjadi mahasiswa. Mahasiswa diharapkan memiliki sense of belonging sebagai bagian dari UWM, memiliki etika, intelektual, dan budaya yang baik.

Acara yang dilaksanakan di Pendopo Agung UWM tersebut juga mengundang Prof. Dr. Moh. Mahfud MD, SH.,vSU., M.I.P selaku Ketua Pengurus Harian Yayasan Mataram Yogyakarta (YMY) sebagai narasumber dengan tajuk Meningkatkan Kecintaan Terhadap Bangsa dan Negara di Masa Pandemi Covid-19.

“Saya mengucapkan selamat datang kepada adik-adik mahasiswa baru sebagai warga baru di Universitas Widya Mataram. Saudara-saudara sekalian adalah mahasiswa baru, sehingga patut berbangga hati karena bisa menjadi bagian dari kampus yang dibangun dengan nilai-nilai patriotisme dan kecintaan terhadap Indonesia,” ucap Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) RI itu.

Prof. Mahfud mengungkapkan bahwa kampus yang didirikan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan Sri Sultan Hamengku Buwono X yang saat ini juga menjabat Gubernur DIY memiliki harapan berkembangnya nilai luhur. Para mahasiswa baru bukan angkatan yang lembek, karena telah lulus dari sekolah untuk menempuh perguruan tinggi ditengah persaingan ketat di tengah pandemi Covid-19.

“Anda bukan angkatan yang bertipe menyerah dan tidak berkualitas, melainkan harus menjadi orang yang terus berjuang menjadi berkualitas untuk keluarga dan negara. Angkatan ini adalah angkatan yang siap menghadapi tantangan kehidupan di tengah pandemi sampai lulus nanti, ” papar mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu.

Pendiri UWM, lanjut Prof Mahfud, merupakan sosok pertama yang mendukung NKRI, dimana Republik ini baru berdiri dan tengah menghadapi tantangan kolonialisme. Sri Sultan Hamengku Buwono IX turut andil memastikan jalannya roda pemerintahan dalam sejarah perjuangannya. Catatan sejarah menunjukan bahwa Sri Sultan Hamengku Buwono IX menyerahkan uang sejumlah 6 Juta Gulden kepada pemerintah untuk kelanjutan pemerintahan Indonesia.

“Jiwa nasionalisme harus dipupuk dengan mencintai produk dalam negeri untuk ketahanan dan kedaulatan ekonomi Indonesia. Di tengah pandemi ini mahasiswa angkatan 2020 dipaksa untuk beradaptasi dengan memanfaatkan teknologi untuk komunikasi dan belajar. Angkatan ini menjadi generasi kunci perkembangan teknologi di masa depan, ” pungkasnya.

©HumasWidyaMataram


Share Berita


Komentari Berita