Home
news
Kunjungi Instansi dan Desa Adat Bali sebagai Praktek Lapangan Fakultas Hukum

Kunjungi Instansi dan Desa Adat Bali sebagai Praktek Lapangan Fakultas Hukum


Kamis, 2019-07-11 - 17:18:38 WIB

 

Praktek Latihan Kemahiran Hukum (PLKH) merupakan kurikulum di Fakultas Hukum Universitas Widya Mataram (UWM) sebagai mata kuliah yang wajib diambil oleh mahasiswa. Setelah dibekali mata kuliah PLKH di kelas, mahasiswa juga diminta untuk praktek di lapangan. Hal itu disampaikan Teguh Imam Sationo, SH, M.Sc Dosen Fakultas Hukum yang menjadi koordinator acara pada (8/7/2019).

Menurut keterangan dari Teguh, PLKH tahun ini diikuti oleh mahasiswa semester VI angkatan tahun 2016. Sebanyak 139 peserta yang ikut juga didampingi Dekan Fakultas Hukum beserta beberapa dosen dan staf akademik.

“PLKH kali ini mengunjungi DPRD Kabupaten Badung yang diterima oleh Kepala Sub Bagian Kajian Perundang-undangan dan Sekretariat DPRD Kabupaten Badung Ni Putu Eka Rastuti, S.STP, MH. Pada kesempatan ini dipaparkan mengenai pembentukan perda-perda yang berbasis budaya dengan kearifan lokal (local wisdom)”, kata Teguh.

Teguh juga menambahkan bahwa rombongan peserta PLKH juga melakukan kunjungan ke Kepolisian Daerah (Polda) Bali. Rombongan diterima dengan sangat ramah oleh jajaran pimpinan Polda bali yang dipimpin oleh AKBP Kompyang Srinadi Kepala Bagian Pembinaan Operasi (Kabag Binops) Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Bali didampingi oleh Wadirreskrimsus dan kanit Cybercrime Kompol I Wayan Wisnawa Adiputra, SIK, M.Si. Materi yang disampaikan dalam diskusi berkaitan dengan penegakan hukum terkait maraknya hoax dengan judul Cerdas menggunakan media sosial dan mewaspadai bahaya hoax.

Kunjungan Lapangan PLKH diakhiri di Desa Adat Kapal Kecamatan Mengwi Kabupaten Badung. Rombongan diterima oleh Krian (Kepala Desa Adat) Komang Sudarsana.

Menurut penjelasan Komang, awig-awig atau peraturan desa adat melindungi lingkungannya dari aturan-atuaran kebijakan pemerintah. Disamping itu juga dijelaskan perarem atau garis besar pembangunan desa adat yang dibuat sejak tahun 1947 dengan beberapa kali perubahan mengikuti perkembangan jaman.

©HumasWidyaMataram


Share Berita


Komentari Berita