Home
news
Kuliah Tamu Sosiologi:  Dinamika CSR di PT Sari Husada Generasi Mahardhika

Kuliah Tamu Sosiologi:  Dinamika CSR di PT Sari Husada Generasi Mahardhika


Sabtu, 2019-01-12 - 16:54:30 WIB

 

Program Studi (Prodi) Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Widya Mataram (UWM) menyelenggarakan kuliah tamu  pada Sabtu (12/1/2019) di Ruang Sidang Fisipol. Kuliah tamu tersebut mengangkat tema Dinamika Corporate Social and Responsibility (CSR) di PT Sari Husada Generasi Mahardhika. Hadir dalam kuliah tersebut dosen pengampu mata kuliah dinamika CSR dan para mahasiswa Prodi Sosiologi yang sedang mengambil mata kuliah dinamika CSR.

Menurut Dwi Astuti, S.Sos., M.Si selaku Dosen pengampu mata kuliah mengatakan bahwa kuliah tamu dengan tema yang diangkat dilakukan untuk pengayaan materi. Di Indonesia ini pelaksanaan CSR sangat bervariasi sehingga dengan kuliah ini dimaksudkan agar mahasiswa tidak ada kesenjangan antara teori dengan pelaksanaannya.

Dosen tamu Endah Prasetioningtias yang merupakan Stakeholder Realtions Manager di PT Sari Husada Generasi Mahardhika (SGM) memaparkan kepada para mahasiswa seputar pelaksanaan CSR oleh perusahaan. Perusahaan perlu melaksanakan CSR selain untuk membangun kredibilitas perusahaan juga untuk kebutuhan sustainable bussiness.

Endah juga menegaskan bahwa PT. SGM menjalankan bisnis beriringan dengan kegiatan sosial sebagaimana visi yang diemban untuk meningkatkan kualitas generasi dimasa yang akan datang. Perusahaan yang sudah berdiri sejak 1954 tersebut menjalankan program berdasarkan konsep Profit, Planet and People (3P). Tujuan dari tiga aspek tersebut adalah meningkatkan kesejahteraan. Dalam pelaksanaan CSR tidak bisa dilakukan oleh perusahaan sendiri, namun harus menggandeng stake holder termasuk pemerintah yang memiliki regulasi.

Beberapa jenis program CSR yang dilaksanakan oleh PT. SGM diantaranya charity, infrastruktur, capacity building dan community development. Dari beberapa program tersebut telah direalisasikan ke berbagai kegiatan meliputi: program edukasi nutrisi dan penyediaan fasilitas anak usia dini di Taman Pintar Yogyakarta; program pemberdayaan masyarakat Kampung Badran; program bunda mengajar; Merapi Programme; beasiswa dan bimbingan belajar gratis serta program lainnya.

Para mahasiswa juga diberikan kesempatan untuk berdiskusi langsung dengan pemateri untuk menajamkan wawasan mereka. Rois, salah satu mahasiswa yang menanyakan tentang kendala dalam pendekatan pada saat program pemberdayaan dilakukan oleh PT. SGM. Selanjutnya dengan jelas Endah menyampaikan bahwa pendekatan memang dilakukan secara intens dan membutuhkan waktu yang cukup lama. Selain itu, dalam pendekatan dan menjalankan program pemberdayaan juga melibatkan pihak ketiga yang dalam hal ini adalah Non-Governmental Organization (NGO) berdasarkan kesesuaian kebutuhan. Suasana diskusi semakin hangat dengan tanya jawab untuk mengupas dinamika CSR yang dilakukan PT. SGM tersebut.

®HumasWidyaMataram


Share Berita


Komentari Berita