Home
news
Kuasai Public Speaking Untuk Bangun Relasi

Kuasai Public Speaking Untuk Bangun Relasi


Jumat, 2021-10-29 - 16:44:33 WIB

Yogyakarta

Para mahasiswa harus memiliki tata bahasa yang baik dalam mengemukakan pendapat, sehingga penting untuk belajar public speaking serta memahami kaidah berbahasa yang baik.

“....Semua orang bisa berbicara tetapi tidak semua orang bisa berbicara dengan teknik public speaking yang baik. Public speaking adalah berbicara kepada publik dengan teknik-tekniknya, jadi apa yang disampaikan bisa jelas sehingga dapat dipahami dan diterima publik”......, demikian sambutan pembukaan yang disampaikan oleh Matheus Gratiano Mali, MA pembina Himpunan Mahasiswa Administrasi Publik (HIMAP) FISIPOL – UWM dalam webinar berjudul Your Speech Is Your Strength, Jumat (29/10/2021).

Dalam kesempatan yang sama dekan Fisipol Dr. AS Martadani Noor menyatakan bahwa public speaking itu bagus karena bisa membangun kekuatan pada diri. Selain itu dengan public speaking kita bisa melakukan sesuatu dan apa yang kita pikirkan adalah apa yang kita bicarakan.

Komunikasi adalah untuk membangun relasi, dan public speaking dapat memengaruhi keputusan.

Shulbi Muthi Sabila Salayan Putri, S.I.Kom., M.I.Kom, pemateri dalam acara tersebut menyampaikan bahasan tentang “How to be A Great Speaker” , mengatakan bahwa kemampuan komunikasi di era digital harus memenuhi unsur CLAPS (Clear, Loud and Powerful Speaking) , beberapa aspek yang terdapat dalam CLAPS ialah intonasi, aksentuasi, kecepatan, serta artikulasi.

Manfaat dari public speaking bisa meningkatkan rasa percaya diri, meningkatkan kualitas diri, dan mengasah cara berpikir.

Lebih lanjut Shulbi yang juga dosen Ilmu Komunikasi Fisipol UWM menyampaikan...”Dalam public speaking, problematika yang sering dihadapi adalah rasa gugup yang disebabkan dua hal yakni, tidak biasa dan tidak menguasai materi. Untuk mengatasi rasa gugup tersebut perlu banyak latihan dan memahami topik serta tema materi yang akan dibawakan.

Teknik dasar dalam melakukan public speaking kenali audiens, percaya diri dan yakin, atur intonasi suara, kalimat pembuka yang menarik , dan expert pada topik yang dibicarakan. Memperbanyak latihan akan membuat seseorang mempertajam kemampuannya dan hanya orang yang benar-benar siap dalam materi yang akan tampil dengan percaya diri.

Senada yang disampaikan Deden Abdul K.Y.G pemateri kedua bahwa dalam mempersiapkan public speaking harus didukung dengan mental dan fisik yang siap, membaca literatur, percaya diri, mempersiapkan materi, banyak istirahat dan minum air putih merupakan upaya untuk mendukung mental dan fisik sebelum berbicara.

Objek pendukung dalam public speaking adalah audience, room, kebahasaan, non kebahasaan. Teknik vokal (intonasi, aksentuasi, artikulasi,kecepatan) dan bahasa tubuh (mimik wajah, senyum, sikap berdiri, kontak mata, dan percaya diri) sangat perlu dilatih agar mampu menghasilkan public speaking yang baik.

“Speak Up Find Your Path! Speak Down Find Your Failed” perlunya speak up karena disrupsi sosial, perkembangan teknologi yang pesat, perkembangan fitur modern life video berbasis speaking, hampir semua pekerjaan berbasis speaking , dan kemampuan public speaking adalah kekuatan di era 5.0, pungkasnya.

©WidyaMataram


Share Berita


Komentari Berita