Home
news
Kelompok PKM UWM Ikuti Monev Kemenristekdikti

Kelompok PKM UWM Ikuti Monev Kemenristekdikti


Rabu, 2019-07-03 - 14:23:12 WIB

 

Mahasiswa Universitas Widya Mataram (UWM) mengikuti Monitoring dan Evaluasi (MONEV) Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Tahun Pendanaan 2019 yang diselenggarakan Kemenristekdikti pada Selasa (2/7/2019) di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Bersamaan dengan 8 kampus swasta yang juga menjadi peserta MONEV, sebanyak tiga kelompok PKM dari UWM secara bergantian melakukan presentasi leporan kemajuan dihadapan tim reviewer.

Kelompok PKM UWM yang lolos didanai Kemenristekdikti masing-masing diketuai oleh Rosiana Putri Merdekawati (Manajemen), Edwin Malik Faturrochman (Sosiologi) dan Krisnasari Arizona (Teknologi Pangan).

“Kelompok kami memperkenalkan olahan salak masyarakat Wonokerto, Turi kepada masyarakat pecinta salak atau wisatawan, bahwa salak dapat diolah menjadi berbagai macam olahan seperti Dodol, Geplak, Jenang, Coklat Salak, Manisan, Kripik, Sari salak dan masih banyak inovasi olahan salak yg kurang familiar di telinga masyarakat”, kata Rosi yang memaparkan Salak Jogja Corner (SAJOCO) Jajanan Olahan Salak ala Café Bambu.

Rosi mengatakan dirinya senang dan bangga dengan adanya kompetisi ini karena melatih berfikir kritis, mengevaluasi segala kegiatan yang telah dilakukan. Banyak hal dapat dijadikan pengalaman dan pembelajaran di PKM tahun depan agar lbh baik, lebih kreatif dan lebih inovatif lagi dari tahun ini.

Dari aspek peran keluarga dalam internalisasi nilai budaya Jawa, Edwin mengatakan betapa sangat kaya nya ketika bisa menggali lebih dalam nilai budaya yang luhur khususnya budaya Jawa. Generasi muda sudah sepatutnya memiliki rasa cinta dan bangga terhadap budayanya sendiri serta menjaga eksistensinya, karena keragaman budaya inilah yang menjadi ciri khas suatu bangsa yang sangat berharga.

“Selain membawa nama baik kampus, kompetisi bergengsi ini membuat kami tertantang dan antusias untuk berkreativitas dalam bidang akademik yang bersaing dengan seluruh universitas di Indonesia”, kata Edwin.

Sementara itu, Krinasari yang konsentrasi dalam pembuatan formulasi Jedytawa (Jelly candy kambing etawa) sebagai olahan produk baru mengatakan PKM tahun ini menjadikannya tertantang dan banyak pengalaman. PKM juga dijadikan tugas akhir untuk bahan skripsi sehingga memotivasi untuk mengetahui kedalaman ilmu pada pembuatan Jelly candy.

”Produk Jedytawa merupakan cemilan berbasis permen susu, satu permen sudah mengandung susu setara tiga sendok makan susu kambing etawa segar”, jelas Krisnasari.

©HumasWidyaMataram


Share Berita


Komentari Berita