Home
news
Genap Berusia 38 Tahun, UWM Wujudkan Sarjana Berwatak Ksatria

Genap Berusia 38 Tahun, UWM Wujudkan Sarjana Berwatak Ksatria


Kamis, 2020-10-08 - 18:51:16 WIB

Pandemi Covid-19 membawa dampak bagi dunia pendidikan untuk bertransformasi secara online. Mengingat begitu cepatnya proses transformasi proses pembelajaran ini maka perlu adanya keseriusan dan persiapan yang baik untuk menghasilkan output pembelajaran yang optimal. Rektor Universitas Widya Mataram (UWM), Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec menyampaikan hal itu pada laporan tahunan bersamaan dengan Rapat Senat Terbuka dalam rangka Dies Natalis ke-38 UWM pada Rabu (7/10/2020) di Pendopo Dalem Mangkubumen.

Dies Natalis ke-38 UWM mengangkat tema Transformasi Budaya Unggul untuk UWM Maju. Acara dihadiri para pimpinan universitas, fakultas, dan kepala unit di lingkungan UWM. peserta lainnya juga mengikuti secara daring melalui Zoom Video Conference.

“Pelaksanaan Dies Natalis ke-38 ini menjadi momentum mengungkapkan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya. UWM didirikan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan KGPH Mangkubumi (saat ini bergelar Sri Sultan Hamengku Buwono X),” kata Prof Edy.

Pendirian UWM, lanjut Ketua Forum Rektor Indonesia (FRI) periode 2008-2009 itu, sebagai wujud nyata sumbangan para pendiri bagi pembangunan bangsa dan negara, khususnya di bidang pendidikan. Kampus yang menempati kompleks Dalem Mangkubumen itu diharapkan mampu menghasilkan sarjana, calon pemimpin bangsa, yang senantiasa memegang teguh prinsip hamemayu hayuning bawana, berwatak ksatria, serta bersikap golong gilig, sengguh ora mingkuh, sebagaimana ajaran yang ditanamkan kepada para Calon Raja Keraton Yogyakarta.

“Beberapa program prioritas yang akan dan telah dilaksanakan diantaranya mewujudkan visi UWM dengan prioritas membentuk insan intelektual berkarakter dan berwawasan global serta berbudaya. UWM juga berupaya mewujudkan tata pamong yang kredibel, transparan, akuntabel, bertanggungjawab, dan adil,” papar Anggota Parampara Praja Pemda DIY itu.

Dalam aspek penjaminan mutu, lanjut Prof Edy, UWM menegakkan penjaminan mutu baik akademik maupun non akademik. Hal itu dilakukan dengan pentahapan sasaran mutu, baik pada kualitas lulusan, proses pembelajaran, kinerja dosen dan tenaga kependidikan, akreditasi program studi dan institusi. Rektor UWM mengatakan bahwa budaya Mataram akan memberikan nilai tersendiri kepada sivitas akademika UWM, implementasinya ialah setiap warga dari UWM diharapkan terus membawa nilai-nilai ke-Jogja-an atau Kemataraman ke berbagai wilayah di Indonesia.

Orasi ilmiah juga disampaikan oleh Kelik Endro Suryono, SH., M.Hum Dosen program studi Hukum UWM. Orasi yang disampaikan bertema Penguatan Fungsi Legislasi Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Dalam Sistem Parlemen Bikameral Di Indonesia. Dalam kesempatan yang sama, juga diserahkan beberapa penghargaan bagi mahasiswa, dosen dan tenaga kependidikan berprestasi, dan dosen dengan masa kerja di atas 30 tahun di lingkungan UWM.

©HumasWidyaMataram


Share Berita


Komentari Berita