Home
news
Dosen Fisipol UWM melakukan Sosialisasi Hak-Hak Anak dan Pola Asuh Positif

Dosen Fisipol UWM melakukan Sosialisasi Hak-Hak Anak dan Pola Asuh Positif


Senin, 2018-04-09 - 15:45:17 WIB

 

Dalam rangka mewujudkan salah satu Tridharma Perguruan Tinggi yaitu Pengabdian kepada masyarakat, Dosen Universitas Widya Mataram melakukan pengabdian masyarakat terkait upaya

untuk meningkatkan pemahaman keluarga tentang hak-hak anak dan pola asuh orang tua yang positif dalam menghadapi masalah sosial anak. Fahmi Rafika Perdana, S.Sos., MA, Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) Universitas Widya Mataram (UWM) melakukan Sosialisasi kepada orang tua di Yogyakarta. Sosialisasi tersebut dilaksanakan pada Sabtu (31/03/2018) di Balai RT 48 RW 11 Badran, Bumijo, Jetis, Yogyakarta.

Fahmi Rafika Perdana, S.Sos., MA dalam kegiatan pengabdian masyarakat dibantu asistennya yakni Dwi Permata Sari mahasiswa program studi Sosiologi. Acara yang memiliki fokus sasaran pada orang tua tersebut juga sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat yang wajib dilakukan seorang dosen dalam menjalankan Tridharma Perguruan Tinggi. Fahmi Rafika Perdana, S.Sos., MA mengambil fokus tersebut mengingat masalah anak yang terjadi di Indonesia tidak bisa diselesaikan dengan cepat apalagi dengan hadirnya globalisasi dan modernisasi yang jelas akan membawa dampak, tidak terkecuali pada keluarga-keluarga di perkotaan yang sering mengalami masalah yang berkaitan dengan anak. Seperti kekerasan pada anak, pekerja anak, anak-anak yang dilacurkan, anak jalanan, anak terlantar, perdagangan anak dan lain sebagainya.

Fahmi Rafika Perdana, S.Sos., MA mengatakan bahwa dalam menyikapi masalah anak yang sudah semakin krisis ini diperlukan banyak pihak untuk bersama-sama menanggulangi dan mencegahnya. Salah satu pihak yang mempunyai peran penting adalah keluarga. Para orang tua harus paham dengan hak-hak anak yang menjadi kebutuhan mereka. Pola asuh anak yang baik dan sesuai merupakan salah satu dari hak anak yang harus dipenuhi keluarga atau orang tua agar kepribadian anak terbentuk dengan baik pula.

Untuk kedepannya idealnya sosialisasi mengenai hal tersebut perlu dilakukan diberbagai lini termasuk pada keluarga-keluarga perkotaan yang memiliki kompleksitas permasalahan sosial anak yang tinggi. Salah satu daerah yang membutuhkan sosialisasi tersebut adalah Kampung Badran di Kota Yogyakarta. Dengan dilakukannya sosialisasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan dan kemampuan orang tua tentang hak anak dan pola asuh positif.®HumasWidyaMataram


Share Berita


Komentari Berita