Home
news
Diskusi Arsitektur UWM: How Active Are You?

Diskusi Arsitektur UWM: How Active Are You?


Sabtu, 2019-03-16 - 08:24:25 WIB

 

Mahasiswa Program Studi (Prodi) Arsitektur Universitas Widya Mataram (UWM) dengan antusias mengikuti Open Talk Architecture yang diadakan Prodi Arsitektur Fakultas Teknik pada Jum’at (15/3/2019) di Pendopo Agung UWM. Open Talk pada kesempatan kali ini mengusung tema How Active Are You?. Tema tersebut sengaja diusung dengan maksud untuk memberikan sosialisasi dan membuka ruang diskusi bagi para mahasiswa Arsitektur sehingga akan terbaca tentang keaktifan para mahasiswa dalam proses perkuliahannya. Hadir dalam acara ini Dekan Fakultas, Kaprodi, dan para dosen Fakultas Teknik.

Dekan Fakultas Ir. Tri Yuni Astuti, MT mengatakan bahwa dengan adanya acara ini mahasiswa diharapkan dapat mengetahui yang seharusnya dilakukan selama menempuh studi di prodi Arsitektur. Selain itu mahasiswa juga harus semakin bersemangat lulus tepat waktu, sehingga bisa semakin cepat melanjutkan ke jenjang berikutnya.

Sementara itu, Ir.Y.E. Suharno.MT.IAI Kaprodi Arsitektur dan Istiana Adianti ST.M.Sc.IAI (Sekretaris Kaprodi) memaparkan bahwa mahasiswa harus sering diberikan semangat untuk aktif dalam hal pendidikan maupun di luar pendidikan. Hal ini mengingat saat ini telah diterapkan aturan berdasarkan kurikulum KKNI bahwa sebagai salah satu syarat kelulusan dan menjadi isian dari Surat Keterangan Pendamping Ijazah adalah mahasiswa harus mengumpulkan nilai KUM sebanyak 25 poin. Nilai tersebut dapat dicapai dengan banyak hal. Dari sisi akademik dengan mengikuti penelitian dosen, mengikuti sayembara desain, mengikuti seminar, dan lain sebagainya. Sedangkan dari luar akademik bisa dicapai dengan aktif mengikuti organisasi, menjadi bagian dari kepanitian, mengikuti kegiatan pengabdian masyarakat, dan lain sebagainya. Dengan seperti itu akan semakin menaikkan integritas prodi Arsitektur UWM dimata umum.

Acara ini merupakan kali kedua yang diselenggarakan Prodi Arsitektur agar mahasiswa mengetahui kegiatan arsitektur dan turut aktif mengikuti kegiatan selama perkuliahan yang menjadi syarat kelulusan prodi arsitektur. Dalam Open Talk ini juga menghadirkan Ary Prasetya, S.T., M.Sc. Dosen Arsitektur UWM yang sedang menempuh pendidikan S-3 di Jepang. Ary membagikan pengalaman bagaimana proses hingga mendapatkan beasiswa ke Jepang dan menceritakan perbedaan model pendidikan Arsitektur di Indonesia dan di Jepang. Selain juga disampaikan tips dan trik untuk dapat melanjutkan perkuliahan di luar negeri.

Mahasiswa di Indonesia ini jauh lebih hebat secara teknis presentasi dalam mendesain dibanding dengan mahasiswa Jepang. Namun mahasiswa Jepang jauh lebih unggul dalam hal proses desain dan ketepatan waktu dalam menyelesaikan tugas. Hal ini ditunjukkan dengan mahasiswa Jepang untuk mata kuliah tugas akhir hanya dengan membuat maket saja, berbeda dengan mahasiswa indonesia yang memiliki kemampuan untuk membuat animasi desain dengan sangat baik, kata Ary.

Salah satu mahasiswa Arsitek, Rizki Mukti mengatakan bahwa Open Talk Architecture ini merupakan kegiatan diskusi bagi para mahasiswa Arsitek untuk mendorong dan memberikan motivasi para mahasiswa sehingga benar-benar memiliki fokus dan serius dalam mengikuti studi. Dengan begitu, diharapkan diskusi ini dapat berdampak positif dalam meningkatkan jumlah kelulusan bagi mahasiswa Arsitektur UWM. Disamping itu, kedepannya juga akan tumbuh semangat mahasiswa untuk aktif dalam bidang penelitian dan akademik.

Secara bersamaan, dalam acara ini juga dilakukan penyerahan penghargaan kepada mahasiswa dengan perolehan IPK dan IPS tertinggi semester ganjil 2018/2019 yakni Angga Dwi Prasetyo.

®HumasWidyaMataram


Share Berita


Komentari Berita