Home
news
Dies Natalis ke-38, Ziarah sebagai Kearifan Lokal UWM

Dies Natalis ke-38, Ziarah sebagai Kearifan Lokal UWM


Kamis, 2020-10-08 - 11:44:20 WIB

Sivitas akademika Universitas Widya Mataram (UWM) melaksanakan ziarah ke makam raja-raja Mataram di Imogiri pada Senin (5/10/2020). Ziarah tersebut telah menjadi rutinitas setiap tahun menjelang hari ulang tahun UWM. Dies Natalis ke-38 UWM dilaksanakan di masa pandemi Covid-19, sehingga dalam pelaksanaan ziarah hanya diikuti para pimpinan universitas, fakultas, dan perwakilan mahasiswa baru dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Rektor UWM, Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec mengatakan, ziarah kubur dilakukan ke makam Sri Sultan Hamengku Buwono VII, Sri Sultan Hamengku Buwono VIII, dan Sri Sultan Hamengku Buwono IX yang menjadi bagian dari makam raja-raja Mataram di puncak bukit Pajimatan Girirejo, Wukirsari, Bantul.

“Kami berziarah setiap tahun sebagai wujud dari rasa menghormati dan ingin mendoakan secara langsung agar Pendiri kampus kami dan para leluhur lainnya diterima oleh Allah SWT,” ucap Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec, Rektor UWM usai melakukan ziarah.

Prof Edy menjelaskan, ziarah kubur dilakukan sebagai pengingat bagi manusia yang masih hidup bahwa kelak semua akan meninggal dunia. Nilai-nilai kearifan lokal yang menjadi karakteristik UWM senantiasa dihidupkan dan dilestarikan yang salah satunya melalui ziarah.

Arya Saputra, Mahasiswa Prodi Manajemen sebagai salah satu perwakilan mahasiswa mengatakan dirinya terkesan dengan keramahan warga dan para abdi dalem yang berada di area makam. Ia berharap UWM semakin maju baik dalam prestasi akademik dan non akademik sehingga menjadi kampus berbasis budaya yang dapat memperkenalkan budaya Indonesia sampai ke kancah internasional.

“Semoga kegiatan ini terus dilestarikan pada tahun-tahun berikutnya agar kami para generasi melenial tidak hanya maju dalam teknologi saja, namun juga tidak melupakan sejarah dan budaya Indonesia,” kata mahasiswa asal Jambi itu.

Sementara itu, mahasiswa asal Kulon Progo DIY, Dadang Asda Lahuan menuturkan, bahwa pengalamannya ziarah bersama para pimpinan UWM itu memberikan nuansa berbeda di tengah pembelajaran daring.

“Kegiatan ini mengajarkan kami sebagai mahasiswa baru tentang nilai religius dan budaya. Masuk makam juga harus mengenakan busana peranakan sebagai busana adat. Suguhan Wedang Uwuh juga memberikan kesan tersendiri dari kegiatan ini,” ucap mahasiswa Prodi Administrasi Publik itu

©HumasWidyaMataram


Share Berita


Komentari Berita