Home
news
Dies Natalis ke-38, Launching Buku Kewidyamataraman

Dies Natalis ke-38, Launching Buku Kewidyamataraman


Jumat, 2020-10-09 - 17:45:31 WIB

Bertepatan Dies Natalis ke-38, Universitas Widya Mataram (UWM) Yogyakarta menggelar launching Buku Kewidyamataraman untuk mengukuhkan diri sebagai Kampus Berbasis Budaya, dan menjadi salah satu elemen penting dalam mewujudkan visi kebudayan UWM. Acara digelar pada Rabu (9/10/2020) di Pendopo Agung Dalem Mangkubumen dengan dihadiri pimpinan universitas, fakultas, kepala unit, dan perwakilan mahasiswa UWM.

Rektor UWM, Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec mengatakan, sebagaimana kutipan pidato Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X pada Sidang Paripurna DPRD DIY tanggal 2 Agustus 2017 memberikan pesan yang jelas bagaimana pentingnya mentransformasikan budaya dan kebudayan yang bersumber dari nilai-nilai luhur untuk membangun peradaban bangsa.

“Pesan tersebut tentu selaras dengan upaya peningkatan kesejahteraan manusia yang dilandaskan pada olahcipta, olahrasa, olahkarsa, dan hasil karya melalui proses belajar yang mengakar di masyarakat untuk mewujudkan kemuliaan martabat manusia Yogyakarta,” papar Ketua Umum Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) 2011-2015 itu.

Sebagai Kampus Berbasis Budaya, Prof Edy menambahkan, UWM terus berbenah untuk terciptanya ruang-tempat yang mendukung bagi tumbuh-kembangnya budaya-budaya unggul dalam dialog-dialektika multi arah, cair, setara, dan bermartabat.

“Kewidyamataraman menjadi upaya sivitas akademika UWM dalam mewujudkan kemuliaan martabat manusia Jogja yang berkarakter dan berbudaya unggul untuk Indonesia yang maju,” ucap Anggota Parampara Praja Pemda DIY itu.

Puji Qomariyah, S.Sos., M.Si selaku Ketua Tim Penulis menyampaikan, bertepatan dengan usia UWM yang ke-38 tahun ini, Buku Kewidyamataraman Membangun Peradaban dan Pendidikan Berbasis Budaya itu memuat sejarah, tata nilai luhur Budaya Mataram, Keistimewaan Yogyakarta, beragam seni tradisi dan keteladanan pendiri UWM.

“Sumber daya budaya menjadi aset Kraton Yogyakarta yang memiliki magnet untuk menggerakkan manusia. Budaya Kraton merupakan titik awal dasar pemikiran-pemikiran unggul mengenai hakikat manusia dan kehidupan. Kraton juga menjadi tempat lahirnya dan terhimpunnya berbagai keahlian kreativitas kehidupan yang adi luhung serta nilai-nilai norma dalam menjalani kehidupan dalam mengatur hubungan manusia dengan Tuhan, manusia dengan sesama manusia, dan manusia dengan alamnya,” terang Puji yang juga Wakil Rektor III UWM itu.

Dalam segi kajian masyarakat di bumi Indonesia, lanjut Puji, Kajian Indologi menyangkut realitas keberagaman suku bangsa beserta permasalahan yang melingkupinya dalam rangka mewujudkan kesejahteraan sosial bagi setiap insan Indonesia. Sebagai bangsa yang besar, Indonesia menyimpan potensi konflik yang cukup besar berupa disintegrasi bangsa; namun di sisi lain kondisi tersebut merupakan modal yang sangat besar bagi terwujudnya kemandirian sebuah bangsa dengan masyarakatnya yang multi-etnis, multikultur, serta multi-dimensi dalam pentas hubungan antar bangsa di dunia.

Acara launching buku diakhiri dengan penyerahan Buku Kewidyamataraman oleh Ketua Tim Penulis kepada Rektor UWM. Dalam kesempatan yang sama juga dilakukan penyerahan buku karya mahasiswa program studi Arsitektur UWM berjudul Asyiknya Jadi Mahasiswa Arsitektur. Acara ini juga menampilkan mini orchestra Gamelan Kontemporer dari Asor Project Gamelan yang turut mewarnai acara puncak Dies Natalis ke-38 itu.

©HumasWidyaMataram


Share Berita


Komentari Berita