Home
news
Butuh Komitmen Kuat Pemihakan Total Ekonomi Kerakyatan

Butuh Komitmen Kuat Pemihakan Total Ekonomi Kerakyatan


Selasa, 2019-01-08 - 09:11:25 WIB

 

Peluang tumbuh kembang bagi usaha kecil atau ekonomi kerakyatan di Indonesia pada 2019 tergantung pada hasil pilpres mendatang. Kedua paslon capres dan cawapres mempunyai peluang yang sama untuk memperbaiki kehidupan ekonomi rakyat kecil.

Hanya saja jika pemenangnya adalah incumbent atau tetap Presiden Jokowi, maka situasi ekonomi kerakyatan masih tetap sama seperti pada 3 – 4 tahun terakhir. Pemerintahan sekarang masih mengedepankan kebutuhan kapital yang besar untuk menggerakkan roda perekonomian dan pembangunan infrastruktur yang sedang digalakkan. Sementara untuk tumbuh kembangnya usaha kecil kerakyatan sepertinya tak akan punya pengaruh signifikan atau perubahan yang drastis akan membaik.

Satu keberuntungan kemarin Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nastion batal mengeluarkan UMKM atau usaha kecil dari Daftar Negatif Invenstasi (DNI) yang semula akan dibuka bagi modal asing sampai 100 persen.

Kalau yang menang adalah pasangan Prabowo – Sandi, mereka memang punya program untuk perputaran ekonomi rakyat, lewat program OK OC atau pengembangan ekonomi rumah tangga. Tapi sekali lagi, itu hanya rencana yang perlu pembuktian ke depannya.

Dari sisi dorongan melalui pengesahan RUU Koperasi yang baru yang sekarang tengah di godok, hal itu juga tidak menjamin bahwa jika UU Koperasi yang baru dilaksanakan, akan pasti dilaksanakan. Butuh komitmen kuat untuk pemihakan total kepada prinsip-prinsip ekonomi kerakyatan.

(pernah dimuat pada media watyutink.com pada 7 Januari 2019 dengan url https://www.watyutink.com/opini/Butuh-Komitmen-Kuat-Pemihakan-Total-Ekonomi-Kerakyatan)


Share Berita


Komentari Berita