Home
news
Berkomunikasi melalui Karya Tari

Berkomunikasi melalui Karya Tari


Selasa, 2019-05-14 - 08:10:11 WIB

 

Bagi dunia seni, sejarah itu penting karena menjadi salah satu hal dimana kita tau posisi kita saat ini. sejarah menjadikan kita tahu mengenai perubahan sosial, ekonomi, politik yang ada di dunia saat ini. Demikian dikatakan pengkaji dan kurator seni pertunjukan Agustin Panduniawati, M.Pd mengawali diskusi mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi Senin (14/5/2019) di Kampus II Universitas Widya Mataram (UWM). Ketua Prodi Ilmu Komunikasi Latifa Zahra, S.IKom., MA turut hadir dalam acara.

Nia menerangkan sebuah tari tidak bisa lepas dari kehidupan, justru bisa mempengaruhi dan dipengaruhi. Tari mempengaruhi dan dipengaruhi masyarakat yang ada sekarang. Agensi tari ada dua kutub yakni bisa melayani sesuatu diluar tari dan bisa melayani tari itu sendiri. Tari yang melayani tari adalah ketika penari tidak memiliki tendensi apapun yang ingin disampaikan.

"Kesenian dapat berkomunikasi dengan orang lain dan menghantarkan pesan sampai terbukti tersampaikan kepada khalayaknya”, terang Nia.

Diskusi yang dimoderatori Bagus Ajy Waskyto, S.IKom., MA tersebut juga membahas bahwa tari dapat menjadi verbal melalui proses yang cukup lama. Eksplorasi untuk menemukan formula yang dapat mem-verbalkan perlu waktu yang lama dan eksperimen yang cukup panjang.

Menurut Nia sebuah tari bisa menjadi bahasa untuk menyampaikan pesan disamping melalui bahasa komunikasi yang sudah ada. Dalam penyampaian pesan dibutuhkan refleksi diri dan tidak hanya terfokus pada penyampaian pesan kepada khalayak. Dengan proses refleksi tersebut penyampaian pesan akan lebih menggugah publik sehingga pesan lebih efektif disampaikan.

©HumasWidyaMataram


Share Berita


Komentari Berita