Home
news
Atasi Persoalan Covid-19, Pemimpin Harus Menguasai Teknologi Digital

Atasi Persoalan Covid-19, Pemimpin Harus Menguasai Teknologi Digital


Senin, 2021-07-26 - 17:09:38 WIB

Himpunan Mahasiswa Jurusan Administrasi Publik (HIMAP) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL) Universitas Widya Mataram (UWM) menggelar diskusi secara virtual bertajuk Kepemimpinan Era Digital di Masa Pandemi, Rabu (21/7/2021) melalui aplikasi zoom.

Diskusi kepemimpinan digelar untuk mengelaborasi definisi dan peran pemimpin untuk mempengaruhi orang lain dalam melakukan sejumlah aktivitas untuk sebuah tujuan bersama. Selain itu pemimpin harus mampu menjadikan orang lain termotivasi bekerjasama dalam berbagai situasi.

Muhammad Arif Hidayatullah, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FISIPOL selaku pemateri mengatakan, untuk dapat menjadi seorang pemimpin maka harus memiliki sifat dan kriteria seperti memiliki kapasitas, menginspirasi dan memotivasi, serta berintegritas.

“Kemampuan dalam manajemen konflik, kemampuan berkomunikasi, profesional, inovatif dan bersikap membangun juga tidak kalah penting harus dimiliki seorang pemimpin. Seorang pemimpin dibedakan dengan gaya kepemimpinan yang dimilki yakni gaya kepemimpinan demokratis, otokratis, delegatif, partisipatif, militeristik, dan karismatik,” terang Arif.

Di tengah era perkembangan teknologi digital, Arif menambahkan, pemimpin dituntut untuk mampu memahami dan memanfaatkan kemajuan teknologi digital dalam mendukung setiap aktivitas baik secara individu maupun organisasi, sehingga kemampuan itu mendukung setiap keputusan atau kebijakan yang dihasilkan.

Ketua Program Studi Administrasi Publik, Matheus Gratiano, S.Sos.,MPA menuturkan, pandemi masih belum usai namun proses belajar tidak akan pernah usai. Diskusi yang dilakukan oleh mahasiswa tidak boleh terhenti karena dibatasi oleh pandemi. Secara online, semakin terbuka lebar ruang dan waktu untuk terus belajar dan belajar dimanapun, kapanpun serta bersama siapapun.

“Belajar tentang pemimpin dan kepemimpinan bukan hanya karena ingin menjadi seorang pemimpin dimasa depan, tetapi setiap orang itu sesungguhnya adalah pemimpin bagi diri mereka masing-masing,” ungkap Matheus.

Sementara itu, salah satu peserta diskusi, Maldika Ageng mengatakan bahwa diskusi dapat mengokohkan kerjasama tim dan kedekatan dari para anggota dengan saling berbagi pengalaman. Kegiatan tersebut juga memberikan wawasan baru bagi peserta terkait kepemimpinan, sehingga bisa dipraktekan kedepannya.

©HumasWidyaMataram


Share Berita


Komentari Berita